Hasil pemeriksaan petugas mengungkap, kedua pelaku bernama Firman Wahyudi, 40, dan Rendra Wahyu Nurdiansyah, 27. Keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. 

Penangkapan Firman dan Rendra berlangsung pada Senin dini hari (2/7), sekitar pukul 00.30. Mereka tepergok sedang membawa ratusan ribu butir obat keras saat sedang berhenti di tepi Jalan Raya Klakah. Tidak jauh dari Hotel Maharaja. 

Kasat Resnarkoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito menuturkan, kedua pelaku merupakan incaran lama Kepolisian Resort Lumajang. Selama ini, keduanya tergolong cerdik sekaligus licin dalam menghilangkan jejak dari petugas. “Kami sudah lama mengamati pergerakan dari kedua pengedar ini,” ucap Priyo.

Firman dan Rendra tergolong sebagai pedagang kelas besar. Tak tanggung-tanggung, saat ditangkap, barang bukti yang didapat petugas dari tangan kedua pelaku berjumlah 143 ribu obat keras. Uang senilai Rp 1.154.000 yang diduga hasil penjualan obat keras juga ikut disita polisi sebagai barang bukti. 

Saat diperiksa, kedua pelaku mengaku bukan kali pertama mengedarkan obat keras ke wilayah Lumajang. Areal operasi mereka selama ini berada di sekitar Probolinggo hingga Lumajang. Namun demikian, polisi masih belum berhasil mengungkap dari mana mereka memperoleh barang terlarang tersebut. Polisi masih akan menelusuri jaringan yang lebih besar yang terkait dengan Firman dan Rendra. Kedua pengedar saat ini dititipkan di rutan Mapolres Lumajang. Atas perbuatannya, Firman dan Rendra sama-sama terancam pidana 20 tahun penjara. 

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link