Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, dari 40 SMPN yang ada, hanya sembilan SMP yang memiliki siswa berdasarkan jumlah pagu.

Kesembilan SMPN tersebut meliputi SMPN 1, 3, dan 5 Trenggalek, SMPN 1 Pogalan, SMPN 1 Durenan, SMPN 2 Tugu, SMPN 1 Pule, SMPN 1 Panggul, serta SMPN 1 Dongko. Kecuali kesembilan SMPN tersebut, ada 31 SMPN memperpanjang waktu PPDB reguler. Sehingga jumlah SMPN yang terpenuhi pagunya itu relatif meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang ada delapan SMPN.

“Dulu SMPN 1 Karangan siswanya terpenuhi pagu, tapi saat ini tidak dan digantikan oleh SMPN 2 Tugu dan SMPN 1 Pule,” ungkap Kasi Kurukulum Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Trenggalek Janjang Suherlin.

Dia menambahkan, diharapkan dengan perpanjangan waktu itu, khususnya untuk sekolah di daerah perkotaan seperti SMPN 2, 4, 6 Trenggalek; SMPN 1 Gandusari; dan sebagainya, ada tambahan pendaftar. Sedangkan untuk SMPN di daerah pegunungan seperti SMPN 1 Watulimo, SMPN 1 Munjungan, dan sebagainya, disdikpora tidak berharap banyak untuk terjadi penambahan jumlah pendaftar.

“Kami masih berharap, pagu seluruh SMPN di sini bisa terpenuhi. Sebab, ada sisa pendaftar di beberapa SMPN yang tidak diterima tapi belum miliki sekolah,” katanya.

Hal itu cukup realistis, mengingat kini jumlah lulusan SD sederajat hanya ada 6.245 siswa yang mengikuti PPDB di SMPN. Sedangkan untuk jumlah total pagu seluruh SMPN yang tersedia ada 7.166 siswa. Dengan demikian, terjadi selisih 921 siswa pendaftar lagi jika ingin pagu tercukupi. Selain itu, dari jumlah yang mengikuti PPDB, beberapa di antaranya kemungkinan telah memasukkan data di dua sekolah.

Mengingat jika tidak diterima, sekolah pertama dia langsung mencabut untuk daftar ke sekolah kedua. Sehingga lulusan SD sederajat sisanya kemungkinan telah bersekolah di SMPN satu atap, SMP swasta, maupun meneruskan di luar daerah.

Kendati demikian, disdikpora terus mempersilakan sekolah yang belum memiliki siswa berdasarkan jumlah pagu untuk terus mencari. Itu dibuktikan dengan memperbolehkan sekolah tersebut menerima siswa yang mendaftar kendati pada masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Itu dengan catatan siswa tersebut belum memiliki sekolah. Itu dilakukan mengenai kemungkinan adanya siswa dari luar daerah yang terlambat untuk mendaftar. Namun khusus untuk SMPN besar seperti SMPN 1 Trenggalek dan sebagainya, disdikpora membatasi agar jangan menerima peserta berdasarkan pagu maksimal.

“Ini kami lakukan mengenai kemungkinan adanya mutasi siswa dari sekolah lain yang biasanya terjadi pada pergantian semester agar jangan kebingungan tempat pembelajaran,” jelas pria ramah ini.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMPN 4 Trenggalek Paid menambahkan, kendati kini sekolahnya memperpanjang waktu PPDB reguler, untuk pagu minimal sekolah sebesar 20 siswa setiap rombel terpenuhi. Ini terkait adanya 128 peserta yang mendaftar pada PPDB reguler juga telah melakukan daftar ulang, dari jumlah pagu 192 siswa. Jumlah pendaftar akan terus bertambah hingga pada Sabtu (14/7) mendatang. Ini mengenai kemungkinan ada beberapa lulusan SD sederajat yang tidak mengetahui jika PPDB reguler diperpanjang.

“Kami optimistis pagu akan terpenuhi karena hal inilah yang biasanya terjadi tiap tahun. Untuk itu, setiap peserta yang telah mendaftar ke sini diminta untuk menginformasikan kepada temannya yang belum punya sekolah terkait hal ini juga dibantu oleh para guru,” imbuhnya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)