Sasaran sidak rombongan Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh, Sekkab Eddy Moeljono, Inspektur Hadari, dan BKD kemarin yakni di kantor dinkes dan kantor Kecamatan Burneh.

Di dinkes, Pj bupati disambut oleh Muzakki selaku Kepala Dinkes Bangkalan. Di dinkes dilaksanakan apel pagi. Banyak pegawai dinkes yang terlambat. Bahkan, ada yang datang melebihi pukul 07.00.

Jam dinas pada hari biasa masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 15.30. Sementara di kantor Kecamatan Burneh terdapat sejumlah pegawai yang telat, termasuk Camat Burneh Hosin Jamili.

Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh mengatakan, sasaran sidak pasca cuti bersama hari raya Idul Fitri dilakukan ke semua OPD. Tujuannya, memastikan standar pelayanan minimal (SPM).

”Tim sidak memencar ke semua OPD yang ada di Bangkalan. Hasilnya kami rekap,” kata Indra usai sidak kemarin.

Dia menyampaikan, mengenai ASN yang terlambat akan diberikan pembinaan. Untuk ASN yang tidak masuk kerja, akan dilaporkan ke Kemen PAN-RB. ”Tindak lanjutnya seperti apa, ya kami laporan dulu. Yang jelas tetap ada tindak lanjut,” terangnya.

Mengenai camat Burneh yang tidak ada di ruangan kerjanya, Indra membenarkan. Ketika sidak, camat Burneh tidak ada. ”Mungkin masih perjalanan,” tuturnya.

ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama usai libur Lebaran bakal ditindaklanjuti. ”Yang penting, saya sudah memberi tahu untuk masuk,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Burneh Hosin Jamili berdalih terlambat masuk kantor lantaran ada urusan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan. Namun, dia tidak menjelaskan urusannya dalam hal apa. ”Tadi telat karena saya harus ke Bapemas (DPMD, Red),” dalihnya.

Kepala Inspektorat Bangkalan Hadari mengatakan, yang tidak masuk kantor pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran akan diketahui. Sebab, kehadiran ke kantor memakai presensi fingerprint.

Bagi yang tidak masuk tanpa alasan kuat, akan ditindaklanjuti sesuai petunjuk dari Kemen PAN-RB. ”Sanksi kami menunggu dari Kemen PAN-RB. Yang jelas, untuk hari pertama ini harus masuk. Nambah cuti tidak boleh,” tegasnya.

Sekretaris BKPSDA Bangkalan Ari Murfianto menyebutkan, hasil rekapan sidak yakni, ASN yang tidak masuk kerja 45 orang. Perinciannya, 5 orang dengan alasan penting, 29 orang beralasan sakit, dan 11 orang bersalin. ”Semua sudah kami laporkan ke Kemen PAN-RB. Tunggu saja petunjuk dari Kemen PAN-RB,” tandasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)