KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo melalui Disperindag setempat, akhirnya merelokasi 50 PKL Semarak Kraksaan. Relokasi dilakukan sejak Sabtu (04/11) malam sampai Minggu (05/11). Mereka direlokasi ke lahan di belakang masjid Agung Ar Raudlah, Jalan Tenis, Kelurahan Patokan.

Relokasi sendiri berjalan lancar. Semua PKL dengan suka rela pindah ke tempat baru dari tempat lama di sekitar alun-alun Kraksaan. Lokasinya sekitar 5 menit dari alun-alun. Yaitu di sebelah Timur SMKN 1 Kraksaan atau di Barat masjid Agung.

Di tempat baru, semua PKL mendapat tempat yang telah disiapkan Disperindag. Yaitu, sebuah lapak dan tenda dari Kementrian Perdagangan.

“Ada 50 PKL yang pindah sesuai yang tertera di Disperindag. Alhamdulillah semua lapak terisi semua. Manakala ada yang kosong, disiapkan bagi PKL baru,” terang Ketua Paguyuban PKL Semarak, Moh. Hoiri, 52.

Namun menurut Hoiri, sambungan air PDAM baru ada satu di lokasi baru. Padahal, sebelumnya tiap PKL dijanjikan akan dapat sambungan PDAM.

“Air ini kebutuhan utama PKL. Namun, saat ini baru ada satu kran PDAM di lokasi baru. Kalau fasilitas lain sudah tersedia. Seperti lampu, sudah ada,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuan air, para PKL harus antre. Sebagian ada juga yang mengambil air di belakang masjid Agung.

Hoiri pun berharap, masjid Agung buka 24 jam untuk PKL. Baik untuk salat, maupun toilet. Sebab, di tempat baru belum ada musala, maupun toilet.

“Karena jualannya sampai malam, kami berharap ada fasilitas pintu masuk khusus PKL di masjid. Sebab, selama ini masjid sudah tutup pukul depalan. Kalau pengunjung umum, sementara sudah ada toilet portable,” lanjut Hoiri.

Terpisah Lutfiyarul Hasanah, 24, salah satu anggota Paguyuban PKL Semarak mangaku senang direlokasi. Dia berharap, penjualan makin larin di tempat baru.

“Lokasi yang baru lebih enak. Karena posisi sesama pedagang minuman tidak sejajar. Sekarang posisi pedagang minuman dan makanan diselang-seling,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Tanto Walono menyebut, relokasi PKL Semarak mulai dilakukan Minggu (05/11). Itu sesuai dengan jadwal yang diputuskan pada rapat hari Kamis (02/11) di kantor Kecamatan Kraksaan. Namun, di lapangan rupanya PKL melakukan persiapan lebih awal.

Menurutnya, relokasi dilakukan, karena fasilitas di tempat baru hampir semua tercukupi. Lahan misalnya, sudah dipaving dan dilengkapi dengan sejumlah PJU.

Untuk toilet, saat ini menurut Tanto, memang belum ada. Karena itu, disediakan toilet portable.

Lalu, saluran PDAM yang dibutuhkan PKL juga belum ada. Untuk kebutuhan air menurutnya, akan dibangun air bersih dari sumur bor. Jika subur bor sudah dibuat, baru akan dibangun toilet permanen.

“Sambil jalan, fasilitas yang kurang akan kami cukupi. Kalau tidak begitu, kapan bisa pindah. Memang air yang dikeluhkan para PKL. Sekarang baru ada satu kran umum PDAM. Dalam waktu dekat kami akan mengebor air di lokasi baru,” terangnya.

Pihaknya berharap, para PKL mendukung program penataan Kota Kraksaan sebagai ibukota kabupaten. Karena itulah, relokasi dilakukan. Tujuannya, mengembalikan keindahan, kebersihan dan fungsi trotoar yang sebenarnya untuk pejalan kaki.

“Kami berharap semua berjalan lancar. Harus dilakukan bersama-sama. Manakala ada satu dua ada yang belum pindah bisa menjadi masalah bagi yang lain,” lanjutnya.

Source link