KEDIRI KOTA – Warga Kota Kediri telah memilih. Hasilnya, hingga pukul 21.00 tadi malam, pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Abu Bakar – Lilik Muhibbah, unggul jauh. Dari beberapa penghitungan, pasangan Abu – Ning Lik sudah unggul hingga 50 persen lebih.

Berdasarkan pantauan di website Situng milik KPU, pasangan petahana itu unggul 56 persen dari total 42.658 suara yang masuk. Atau, Abu-Ning Lik sudah mendapat 24.042 suara. Jauh meninggalkan pasangan Samsul Ashar – Teguh Juniadi yang hanya mendapat 10.202 suara (23,9 persen) dan Aizzudin – Sudjono yang kebagian 8.414 (19,7 persen) suara.

INI LHO…: Ning Lik saat di TPS.
(RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

“Data hasil Situng ini berdasarkan entry dari KPPS dan data model C1, sehingga merupakan hasil sementara dan bukan hasil final,” terang Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Agus Rofiq.

Jumlah itu datang dari 144 TPS. Sedangkan total TPS yang ada adalah 485 dengan DPT sebanyak 199.271. Atau, suara masuk hingga pukul 21.00 tadi malam sebanyak 30 persen dari jumlah keseluruhan.

Selain data resmi tersebut, beberapa penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan juga merujuk pada keunggulan pasangan petahana. Bahkan, penghitungan dari hitung cepat ini sudah mencapai 121.975 suara. Dari jumlah itu, Abu – Ning Lik mendapat 66.572 (54,58 persen), Samsul-Teguh 25.520 (20,92 persen), dan Gus Aiz – Djono 23.756 (19,48 persen).

Sementara, dari kubu Abu – Ning Lik, perkembangan positif itu disambut dengan gembira. Menurut Reza Darmawan, juru bicara tim pemenangan pasangan Abu – Ning Lik, mereka optimistis perolehan kandidatnya tetap pada kisaran seperti sekarang hingga akhir penghitungan nanti. “Kami juga punya penghitungan yang juga angkanya (unggul) sekitar 55 persen,” terangnya.

Berdasarkan quick count mereka, Reza menyebut Abu – Ning Lik meraih 55,9 persen. Sedangkan Samsul – Teguh 19,6 persen, dan Gus Aiz – Djono 19,5 persen.

Sementara itu, menurut Rofiq, selain menggunakan Situng, KPU juga melakukan rekap manual. Dan itu akan jadi patokan resmi atau hasil final. Secara teknis, penghitungan manual itu setelah proses penghitungan di TPS, kemudian rekapannya dilakukan di PPK.

“Jadwal PPK mulai merekap (secara manual, Red) mulai tanggal 28 (hari ini, Red) dan paling akhir selesai sampai tanggal 4 Juli,” terang Rofiq.

Namun kesepakatan bersama bahwa PPK pada hari ini akan melakukan rekap hitung suara terkait hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) terlebih dahulu. Baru besok (29/6) akan dilakukan rekap di PPK untuk Pilwali Kediri.

Setelah di tingkat PPK selesai, rekapitulasi akan dilakukan di tingkat KPU Kota Kediri. Sehingga, pada 4 Juli nanti siapa yang memenangkan pilwali sudah bisa ditetapkan. “Khusus untuk Pilgub dari tingkat kota akan direkap lagi di tingkat provinsi,” jelasnya.

Sedangkan rekapitulasi secara online atau Situng itu berkasnya memang sama-sama dari KPU. Namun, belum menjadi hasil resmi. Atau bersifat sementara. Di Situng, semua data pertama langsung di-entry. Dan belum ada revisi bila muncul komplain. Sedangkan penghitungan manual lebih valid karena bila ada kesalahan atau komplain langsung direvisi.

Rofiq menerangkan, teknis penghitungan Situng mulai dari KPPS. Yaitu saat mereka mengirim hasil setelah penghitungan suara di TPS. Berkas C1 (berisi perolehan suara paslon) itu dikirim ke kelurahan dan ke KPU. “Setelah C1 diterima KPU hari ini datanya langsung di-entry di Situng oleh petugas. Sehingga hasil sementara bisa diketahui dari data yang sebagian sudah masuk,” tegas Rofiq.

Perolehan Suara Pilwali Kediri

Gus Aiz – Djono 8.414 (19,7 Persen)*

Abu – Ning Lik    24.042 (56,3 persen)*

Samsul – Teguh   10.202 (23,9 persen)*

*) dari Situng KPU hingga pukul 20.00 WIB

Gus Aiz – Djono 23.756 (19,48 persen)**

Abu – Ning Lik    66.572 (54,58 persen)**

Samsul-Teguh      25.520 (20,92 persen)**

**) versi hitung cepat

(rk/fiz/die/JPR)

Source link