Bagi pegiat sekaligus guru seni, Sulung Widyanto berkeinginan mempertahankan dan memperbanyak para pecinta seni khususnya di Gresik. ia rela melakukan edukasi kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lebih sulit dilatih.

“Saya ingin semua anak di berbagai jenjang dan usia bisa mencintai seni, sehingga dengan sendirinya bisa lestari dan terjaga,” ungkap guru seni di SMPN 2 Kebomas ini.

Sejak  mendampingi ABK tahun 2016, Sulung melihat mereka bisa mampu mengasah ketrampilannya. “Kalau mereka bisa, terampilnya akan melebihi anak normal. Saya sangat senang melatih kesenian dengan mereka,”  kata pria asal Suci ini.

Laki-laki yang juga membina ekstra drama di SD Muhammadiyah PPS ini mengaku jika para anak ABK bisa diajari berbagai jenis seni. Seperti seni musik, menyanyi, menggambar hingga akting. “Saya sangat suka mencoba berbagai hal terkait kesenian, termasuk bermusik dengan berbagai alat. Itu menjadi tantangan tersendiri,” lanjutnya.

Untuk alat musik yang bisa dimainkan anak abk yakni electone tingkat dasar dan gitar akustik mulai level 1 hingga10.  Ia berharap bisa melatih generasi muda makin percaya diri melalui kesenian. Dengan semangatnya itu, ia berharap kebudayaan tidak akan punah. “Tidak menghindari  budaya modern yang berkembang, namun tetap mempertahankan budaya tradisional yang merupakan warisan nenek moyang,” jelasnya. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)