Pernikahan yang berlangsung di Polsek Welahan itu, berlangsung sederhana. Sugeng terlihat mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Sementara Susilowati, mengenakan gamis dan jilbab putih berpadu merah muda sebagai aksesori. Tak sebagaimana pengantin perempuan lain, riasan wajah Susilowati tampak sederhana.

Akad nikah ini sempat molor. Sebab, Susilowati tak kunjung datang. Dari yang awalnya direncanakan pukul 09.00, terpaksa molor hingga pukul 09.50.

Terkait pernikahan ini, Kepala KUA Welahan Sofa Al Musthofa mengatakan, pernikahan tersebut diperbolehkan. ”Pertimbangan hukum agama dan hukum lain memperbolehkan. Jadi, pernikahan bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara saat ditanya mengenai apa yang dirasakan usai melangsungkan akad nikah, Sugeng Prihantono mengaku lega. Setelah menikah, dia juga berencana membawa istrinya pulang ke Desa Mijen, Demak.

Sugeng menceritakan, usai tertangkap warga pada 24 Oktober lalu, dia yang merupakan warga Desa Mijen dan istrinya yang merupakan warga Desa Pelang Kecamatan Mayong, menginap di Polsek Welahan. Mereka membantu bersih-bersih di lingkungan Polsek Welahan. ”Bantu bersih-bersih. Untuk makan dikasih Pak Polisi,” akunya.

Kapolsesk Welahan AKP Rismanto menyampaikan, setelah tertangkap melakukan tindakan mesum di Masjid Desa Brantaksekarjati Selasa (24/10) lalu, pasangan itu tidak mau pulang. Mereka memilih menginap di polsek.

Karena itulah, pihaknya berinisiatif menikahkan keduanya setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan KUA Welahan. ”Saya sudah berkoordinasi dengan KUA Welahan dan keduanya bisa dinikahkan. Ini merupakan solusi terbaik daripada mereka maksiat,” katanya.

Pihaknya juga yang menyiapkan berbagai keperluan pernikahan kedua pasangan itu. Mulai dari mahar Rp 100 ribu, seserahan, dan konsumsi bagi para tamu.

Meski begitu, AKP Rismanto mengaku tidak keberatan, karena menilai jumlahnya tak seberapa. Selain itu, pihaknya lebih menekankan pada pelajaran bagi keduanya dan masyarakat di sekitar.

AKP Rismanto juga menekankan pada keduanya, agar tidak mengulangi perbuatan serupa. ”Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” tegasnya. 

(ks/emy/lin/lil/top/JPR)