Dari data Kemenag Kabupaten Pasuruan, total ada 661 guru di Kemenag yang masih tertunda bayar sertifikasinya.  Rinciannya ada 345 guru yang lulus sertifikasi 2015, tapi belum teranggarkan sehingga tidak terbayar di tahun 2016. Dan ada 316 guru impassing (guru sertifikasi non pns) yang juga belum terbayar setengah tahun di 2016 lalu.

Muhammad As’adul Anam, Kepala Kementrian Agama (Kemenang) Kabupaten Pasuruan mengatakan memang sudah beberapa kali di tahun ini, Kemenag Kabupaten Pasuruan sudah melakukan koordinasi terkait sertifikasi guru yang masih belum terbayar. Namun saat ini sudah ada kepastian dari pusat.

Kendati belum ada kepastian jadwal pencairannya, Anam berharap pada akhir November ini sudah bisa cair. Kalaupun tertunda lagi, selambat-lambatnya tetap sampai akhir Desember 2017 ini. Anam mengatakan bahwa guru yang tertunda sertifikasinya memang rutin menyakan terkait belum cairnya sertifikasi mereka beberapa tahun lalu.

“Jadi saya pastikan bahwa akhir tahun ini pasti cair. Karena itu memang hak mereka,” terangnya.

Sebelumnya, Masih terhutangnya pembayaran sertifikasi guru di Kemenag, ini lantaran ada masalah belum teranggarkannya sertifikasi tahun sebelumnya. Untuk data jumlah 345 guru sertifikasi yang lulus tahun 2015, karena tidak masuk anggaran sehingga di tahun 2016 tidak bisa mendapatkan sertifikasi. 

Sedangkan untuk jumlah 316 guru impassing di tahun 2016, hanya mendapatkan setengah tahun sertifikasi yang dibayar. Sehingga setengah tahun kedua di tahun 2016 belum terbayarkan. Untuk jumlah besaran sertifikasi adalah sebesar masing-masing Rp 1,5 juta perbulannya. 

(br/fun/eka/fun/JPR)

Source link