Mahfud menyelipkan SS di ketiaknya sejak dari tempat ia melakukan transaksi hingga perjalanan ke rumahnya, pada Senin (18/12). Dia membeli SS dari seorang kurir di kawasan Jalan Kunti. Dia meletakkan SS di ketiak sebelah kiri agar tak terjatuh saat ia mengendarai sepeda motor. 

Cuaca yang saat itu mendung dan gerah, membuat Mahfud berkeringat. Perlahan keringat dari ketiaknya merembes ke dalam klip SS seberat 0,35 gram itu. Sebab klip yang digunakan untuk membungkus SS itu terdapat lubang kecil. 

Mahfud baru mengetahui jika SS itu basah karena keringatnya setelah ia dihentikan oleh polisi dari Polsek Simokerto. Ia dihentikan tak jauh dari rumahnya. Rupanya, saat melakukan transaksi, ia sudah diintai polisi. Kebiasaanya diketahui setelah ia melakukan transaksi beberapa kali.

 “Kami mendapati laporan jika tersangka sering membeli SS di kawasan Jalan Kunti. Setelah itu, kami melakukan penyelidikan dan mendapati tersangka yang saat itu mengambil ranjau SS (barang diletakkan di tempat tertentu, Red),” ungkap Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih, Senin (25/12). 

Masdawati menjelaskan, setelah mengetahui tersangka usai mengambil paketan SS, polisi lantas membuntuntinya. Meski Mahfud menyembunyikan SS dalam ketiak, namun modusnya itu diketahui meski ia belum ditangkap. 

“Sebab sepanjang perjalanan, ia tak pernah menggunakan tangan kirinya untuk mengemudi. Dari sanalah kami sudah menduga jika SS tersebut disembunyikan di ketiak,” imbuhnya. 

Setelah modusnya terungkap, Mahfud tak bisa berbuat banyak. Selain mengangkat tangan dan menyerahkan SS yang penuh dengan keringat itu. 

Mahfud mengaku sudah membeli SS beberapa kali. Ia mengisap SS lantaran ketagihan dan butuh stamina untuk ia bekerja. Sebab pria yang bekerja sebagai tukang sablon ini mengaku sering lembur saat mengerjakan sablon pesanan pelanggan. “Kalau tak memakai itu (SS,Red), rasanya lemes,” jelasnya.

Meski ia membeli SS itu dari hasil pekerjaanya, namun ia mengaku berpikir dua kali jika diminta untuk mengisap SS yang beroma ketika itu. Mungkin sebelum meraciknya, ia akan mengeringkannya dulu, atau bahkan ia akan membuangnya. “Ya kalau sudah tercampur seperti itu, rasanya juga akan lain,” tandasnya.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)