KEDIRI KOTA – Dalam seminggu, Satpol PP berhasil menjaring sekitar 35 anak jalanan dan punk. Sebagian besar adalah anak-anak dari luar daerah yang hanya ‘transit’ di Kota Kediri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Kediri Ali Mukhlis mengatakan, anak-anak punk tersebut biasanya hendak menghadiri acara di kota lain. Namun, mereka memutuskan untuk berhenti di Kota Kediri. “Seperti yang baru saja terjaring, mereka dari Tulungagung yang hendak ke Surabaya,” ujar Ali melalui Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Nurkhamid.

Lantas, mengapa mereka harus dijaring? Nurkhamid mengatakan, anak-anak tersebut dianggap meresahkan masyarakat. Pasalnya, mereka mengamen di jalanan Kota Kediri dalam jumlah yang cukup banyak. “Kami dapat aduan dari masyarakat,” sambungnya.

Razia yang dilakukan oleh satpol PP tersebut, lanjut Nurkhamid, merupakan salah satu bentuk dari antisipasi. Diharapkan, dengan adanya penertiban tersebut, gangguan keamanan, seperti pengeroyokan, tawuran, dan keresahan masyarakat lainnya bisa diminimalkan. “Kami tetap melakukan pembinaan terhadap anak-anak punk tersebut,” lanjutnya.

Dengan adanya pembinaan tersebut, sebagian besar anak punk asal Kota Kediri akhirnya berubah. Mereka jadi mau melanjutkan sekolah baik yang formal maupun nonformal. Sedangkan mereka yang dari luar kota dikembalikan ke daerah asalnya.

(rk/dna/die/JPR)

Source link