Selamat siang, Pak Andhy. Bagaimana kabar Bapak hari ini?

Alhamdulillah kabar saya cukup baik hari ini. Walaupun pada kesempatan pelantikan pengurus Pelti akhir pekan lalu, saya tidak bisa hadir karena salah satu anggota keluarga ada yang meninggal dunia di Mojokerto.

Sejak kapan Bapak menyukai olahraga tenis?

Saya menyukai tenis sejak masih menjadi siswa di Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN), sekarang IPDN pada tahun 1992. Waktu itu, tenis adalah olahraga yang cukup menjadi favorit di kalangan siswa.

Apa yang melatar belakangi Bapak menyukai olahraga tenis?

Saya orangnya memang suka olahraga. Artinya tidak ada filosofi atau alasan khusus mengapa saya menggeluti hobi tenis. Bagi saya, semua olahraga bermuara pada satu hal, yakni dalam rangka mencari kesehatan bagi tubuh.

Kapan dan di mana biasanya Bapak melakukan olahraga ini?

Biasanya saya sparing atau latihan bersama teman-teman setiap akhir pekan. Kadang di Gresik, juga tidak jarang di luar kota sembari liburan bersama.

Bagaimana cara Bapak membagi waktu antara pekerjaan dan hobi? Apalagi Bapak saat ini menjadi pemimpin organisasi?

Menjalankan roda organisasi hobi itu sama seperti saat melakukan hobi itu sendiri. Hanya saja kita mendapatkan kesempatan lebih dibandingkan yang lain. Tidak ada persiapan khusus. Namun, prioritas utamanya saya tetap menjadi Kepala Dinas Perhubungan Gresik. Di luar jam kantor, saya baru mulai fokus ke hal lain. Salah satunya organisasi hobi tersebut.

Sebagai Ketua Umum Pengcab Pelti Gresik, apa langkah awal yang Bapak lakukan agar olahraga ini memiliki prestasi?

Selama ini rata-rata yang menggeluti olahraga tenis adalah masyarakat yang berusia di atas 40 tahun. Ke depan saya ingin olahraga ini dicintai semua kalangan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, salah satu program unggulan saya adalah fokus pada pembinaan atlet usia dini. Termasuk mencari bibit-bibit atlet baru hingga ke lembaga pendidikan di Gresik. Saya ingin memasyarakatkan tenis.

Selain hal tersebut, apalagi yang menjadi fokus Bapak di dalam organisasi ini?

Di awal ini saya ingin menata kepengurusan atau jajaran internal yang ada di dalam Pelti Gresik terlebih dahulu. Saya ingin menyamakan visi dan misi dengan pengurus lain, agar dalam menjalankan amanah organisasi ini selalu bersikap ikhlas dan merasa memiliki organisasi bersama-sama.

Selama ini apa tantangan atau kendala yang dihadapi Pelti Gresik?

Mayoritas organisasi olahraga memiliki tantangan yang sama, yakni keterbatasan anggaran pembinaan atlet dan kegiatan. Kadang hal ini yang menjadi persoalan mendasar.

Lantas, apa yang Bapak akan lakukan untuk menghadapi hal tersebut?

Untuk mensiasati hal itu, tentu ada beberapa langkah yang akan saya lakukan. Salah satunya adalah mencanangkan program orang tua asuh bagi atlet.

Apa program orang tua asuh tersebut? Bisa dijelaskan?

Melalui program ini, kami mengajak keterlibatan pihak korporasi atau perusahaan, baik plat merah atau swasta dalam membina atlet-atlet tenis di Gresik. Jadi, nantinya kami akan mencarikan subsidi atau tambahan anggaran pembinaan atlet kepada pihak lain.

Apa yang menjadi target utama Bapak?

Saya menargetkan Pengcab Pelti Gresik dapat menjadi tuan rumah penyelenggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2019 mendatang. Dalam event itu, saya optimistis Kabupaten Gresik bisa membawa pulang 3 emas sekaligus. Intinya, Gresik harus selalu eksis mewarnai dunia tenis di Indonesia. 

(sb/jpg/jek/JPR)