KERJA BAKTI memperbaiki tanggul digelar Pemkab Gresik, Polres Gresik dan Kodim 0817 itu digelar Minggu pagi. Lokasinya di Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti. Lokasi ini dipilih karena pekan lalu sebagianbesar wilayahnya terendam air luapan Kali Lamong. Itu terjadi setelah salahsatu tanggul jebol tidak kuat menahan gerusan air.

Karena itu, perbaikan tanggul agar ketika hujan tiba, rumah warga tidak tergenang banjir lagi. Kepala BPBD Gresik, Abu Hasan mengatakan, upaya pembangunan tanggul yang rusak sebagai pengurangan resiko bencana. Sebelumnya, intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang membut sejumlah tanggul rusak. Ini membuat air masuk ke jalan desa dan beberapa rumah warga. 

Ditambahkan, pembangunan tanggul secara bersama-sama menciptakan semangat kembali gotong royong. Apalagi selain dari instansi pemerintah, puluhan warga sekitar juga ikut membantu perbaikan tanggul jebol. “Tujuannya untuk menggiatkan kembali gotong royong dalam antisipasi tanggul longsor,” ungkapnya. 

Selain pembangunan tanggul upaya pencegahan juga dilakukan di beberapa desa yang menjadi langganan air bah. Seperti mengirimkan satu desa satu perahu karet. Tujuannya mempermudah petugas dalam hal evakuasi. “Kami sudah kirimkan kapal karet ke beberapa desa yang terdampak, supaya permudah evakuasi,” jelasnya. 

Untuk mempercepat penanggulan, Kapolres Gresik AKBP boro Windu Danandito bersama anggotanya turun ke lokasi. Mereka membantu memperbaiki tanggul. “Ya harapan kami agar perbaikan cepat selesai dan membantu petani agar sawahnya tidak terendam banjir,” terang AKBP Boro Windu saat menggotong karung berisi pasir.

Sementara itu, banjir Kali Lamong sudah mulai surut. Beberapa titik yang menjadi langganan banjir sudah mulai reda. Seperti di Jalan Raya Morowudi Cerme banjir sudah menyusut 40 Cm dengan ketinggian air mencapai 10 Cm . Sebelumnya genangan mencapai 2 meter dengan ketinggian 40 Cm . Meski demikian, tidak membuat pihaknya tetap tenang. Sebab banjir setiap waktu bisa datang kembali. (*/ris)

(sb/ris/ris/JPR)