Menurut dia, pihaknya juga membuat marka solid. Tujuannya, truk bertonase besar tidak menyalip. ‘’Kita antisipasi hal – hal terburuk. Harapannya semua pengguna jalan mampu mematuhi rambu – rambu tersebut, demi keselamatan bersama,’’ katanya. 

Dia menjelaskan, tonase maksimal truk yang melintas sekitar 40 ton. Jika lebih dari itu, maka  maka jembatan tidak akan mampu menahan beban. ‘’Walaupun bentang ketiga ini baru, tapi kalau melintas berbarengan memang tidak bisa,’’ tutur Tugiman saat dikonfirmasi via ponsel. 

Sementara itu, pengetesan jembatan baru dilakukan kemarin sekitar pukul 17.00. Menurut Tugiman, pihaknya menunggu kepala Subdirektorat (Kasubdit) Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

‘’Pengetesan menggunakan truk dengan tonase 40 ton, berhenti dan melintas di atas jembatan untuk mengetahui kekuatannya,’’ tuturnya. Menurut Tugiman, semua kendaraan bisa melintas asalkan tidak melebihi tonase. ‘’Pokoknya tidak overload,’’ katanya. 

Seperti diberitakan, jembatan di bentang ketiga sepanjang 50 meter (m) yang ambruk Selasa (17/4), telah diperbaiki. Rencananya, jembatan yang dibangun era 1970-an itu mulai diaktifkan rabu (5/6). 

(bj/jar/ind/yan/bet/JPR)

Source link