Seperti halnya yang dilakukan Noor Sofiyana, pemudik dari Tangerang. Dia datang mengunjungi Mubarokfood untuk berbelanja makanan khas Kudus. Dia memborong jenang dan makanan khas Kota Kretek lain.

”Sebelum balik ke Tangerang saya belanja oleh-oleh buat keluarga, teman, dan tetangga,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Rinawati, pemudik asal Jakarta juga mengatakan hal serupa. Dengan mengajak serta anak-anaknya, mereka berkunjung wisata kuliner sekaligus bisa wisata edukasi. Sebab, di dalam showroom Mubarokfood, terdapat Museum Jenang di lantai II. Di dalamnya ada replika pembuatan jenang dan miniatur bangunan bersejarah Kudus.

Tak hanya, terdapat pula Gusjigang X-Building yang belum lama ini diresmikan. Di dalamnya terdapat gambar tokoh-tokoh nasional. Juga sederet puisi tentang khazanah Kudus Kota Santri dan filosofi Gusjigang.

”Setiap tahun saat mudik ke Kudus saya selalu mampir ke Mubarok. Tapi, saya baru tahu kalau ada gedung Gusjigang juga. Keren lah pokoknya buat Kudus,” ucap Rina.

Gusjigang sendiri merupakan filosofi khas Kota Kudus. Gusjigang memiliki makna gus yang berarti bagus, ji yang berarti mengaji, dan gang yang berarti berdagang. Ajaran tersebut telah ditanamkan oleh Sunan Kudus dan membawa pengaruh besar terhadap warga Kudus. Yakni bagus budi pekerti, pintar ilmu agama, dan giat bekerja.

Direktur Utama Mubarokfood Muhammad Hilmy melalui Manager Marketing Mubarokfood Muhammad Kirom mengatakan, pihaknya memang sengaja memadukan kegiatan belanja dengan wisata edukasi. Sehingga memunculkan ekonomi kreatif.

”Kami harap dengan adanya wisata edukasi ini, bisa menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung,” harapnya.

(ks/ela/lin/top/JPR)