Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pengerjaan tiga jembatan itu dalam proses penyelesaian. Petugas tidak memberlakukan buka tutup jalan. Pengendara diberi jalan khusus di sisi kiri dan kanan jembatan.

Dengan demikian, meski kondisi lalu lintas ramai, tidak terjadi kemacetan panjang. Sesekali ada kendaraan antre, tetapi tidak lama. Tidak sampai berjam-jam seperti yang terjadi di Jalan Raya Blega, Bangkalan.

Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Yudiono mengatakan, polisi intens berkoordinasi dengan kontraktor yang mengerjakan proyek jembatan itu. Sebelum pekerjaan dimulai Juli lalu, koordinasi dilakukan.

Salah satu poin koordinasi yakni, polisi meminta kepada kontraktor agar menyediakan jalan alternatif bagi pengendara. Jalan alternatif itu diminta cukup lebar agar ketika ada mobil berpapasan dengan sepeda motor masih bisa dilalui.

Tujuannya, agar tidak ada kemacetan di sekitar pengerjaan jembatan. Hasil koordinasi itu dijalankan oleh kontraktor. Jalan alternatif lumayan lebar. Dengan demikian, tidak ada kemacetan lebih dari 10 menit.

Pengerjaan proyek saat ini hampir final. Tiga titik jembatan itu tinggal finalisasi dan pengaspalan. Diprediksi, akhir Januari 2018 mendatang, pekerjaan jembatan di tiga titik itu selesai. ”Insya Allah akhir Januari (selesai),” katanya Selasa (7/11).

Yudi menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan kontraktor, pekerjaan tiga jembatan itu dikebut. Tujuannya, agar proyek yang didanai APBN tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan Totok Hartono mengatakan, proyek tiga jembatan itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Anggaran yang digunakan bersumber dari APBN.

(mr/pen/hud/han/bas/JPR)

Source link