Kepala Dinas Kebudayaan, IB Anom Bhasma, Kamis (8/2) kemarin mengatakan, pelaksanaan Ruwatan Sapuh Leger Gratis Se-Bali ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat sekaligus meringankan beban masyarakat. “Biaya yang diperlukan untuk melaksanakan Ruwatan Sapuh Leger tidak murah. Untuk itu, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta memprakarsai diselenggarakannya Ruwatan Sapuh Leger Gratis Se-Bali, agar bisa meringankan beban  masyarakat dalam melaksanakan Ruwatan Sapuh Leger ini. Sekali lagi saya tekankan ruwatan Sapuh Leger massal se-Bali ini gratis, tidak dipungut biaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Listibiya Badung, IB Mambal mengungkapkan, sesuai dengan lontar Kala Tattwa, Sudamala dan Siwa Gama, dikatakan bagi umat Hindu yang lahir bertepatan dengan wuku wayang, wajib melaksanakan Ruwatan Sapuh Leger yang bertujuan untuk panyucian dan pawintenan. “Rangkaian pelaksanaan Ruwatan Sapuh Leger Gratis ini adalah meruwat, mabayuh dan majaya-jaya yang dilaksanakan oleh dua orang sulinggih dan seorang mangku dalang,” katanya.

Lebih lanjut, pendaftaran sudah dapat dilakukan mulai hari ini. Bagi masyarakat Badung dapat mendaftarkan diri melalui Bendesa Adat masing-masing atau langsung mendaftar ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung di Puspem Badung. Sementara, masyarakat yang berasal dari luar Kabupaten Badung dapat langsung mendaftar di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang. Adapun yang perlu disiapkan oleh peserta yaitu Daksina Pejati dua soroh, serta perlengkapan persembahyangan, atau untuk jelasnya dapat ditanyakan saat pendaftaran. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link