Kedua hal itu dianggap penting, karena bahaya kedua hal itu sudah mulai menghantui remaja yang ada di Kabupaten Buleleng.

Pengetahuan itu disampaikan dalam Pasraman Remaja, yang melibatkan para yowana di Desa Pakraman Buleleng, siang kemarin.

Narkoba sendiri dianggap sangat berbahaya karena kini ditengarai muncul paket hemat yang bisa dikonsumsi para remaja dengan isi kantong terbatas.

Sementara pendidikan seks bebas perlu diberikan, agar para remaja tidak melakukan aksi pelecehan seksual dan tertular penyakit HIV/AIDS.

Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng, Made Ricko Wibawa mengatakan, peredaran narkotika kini banyak menyasar kelompok umur remaja.

Dengan adanya paket murah, pengedar narkotika ditengarai sengaja menyasar para remaja, sehingga menyebabkan ketergantungan dalam jangka panjang.

“Ini sangat berbahaya. Kalau sampai mengalami ketergantungan, akan timbul aksi kejahatan seperti pencurian.

Orang yang benar-benar sakau bahkan bisa menyakiti dirinya sendiri dan bunuh diri,” kata Ricko disela-sela memberikan materi pasraman.

Selain itu Ricko mengingatkan agar para remaja menjauhi pergaulan bebas. Seks bebas berpotensi menyebabkan para remaja terpapar HIV/AIDS.

Penyakit itu hingga kini belum ditemukan obatnya dan telah menjangkiti tak kurang dari 2.500 orang warga Buleleng.

Mereka juga diberi pemahaman mengenai pendidikan seks. “Pendidikan seks itu jangan dianggap tabu. Tapi harus disampaikan pemahaman yang benar. Terutama hal-hal yang terkait pelecehan seksual,” imbuh Ricko.

Sementara itu Ketua Panitia Pasraman Remaja Hindu Desa Pakraman Buleleng, Jro Bawati Gede Suanda mengatakan, kegiatan pasraman akan dilangsungkan hingga 17 Desember mendatang.

Kegiatan pasraman dilaksanakan sekali dalam sepekan, tepatnya tiap hari Minggu. Pasraman ini diikuti oleh 45 orang remaja dari Banjar Adat Penataran, Banjar Adat Delod Peken, Banjar Adat Petak, Banjar Adat Peguyangan, dan Banjar Adat Tengah

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link