Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Boyolali, Sarno mengaku siap mendaftarkan seluruh bacalegnya. Namun sejak adanya peraturan KPU (PKPU) yang baru, ada perubahan data di sistem informasi pencalonan (Silon) yang belum diperbarui.

”Partai PDIP belum mendaftarkan bacalegnya ke KPU. Karena ada perubahan data dari peraturan KPU yang belum dimasukkan ke dalam Silon. Kami sampai saat ini masih intensif melakukan komunikasi dengan KPU untuk mencari informasi terbaru mengenai pendaftarannya,” kata Sarno kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (8/7).

Sarno memastikan PDIP siap mendaftarkan 45 bacaleg. Untuk bertarung pada pemilu 2019 mendatang. Jumlah tersebut tersebar di 5 daerah pemilihan (Dapil). Dapil 1 ada 11 bacaleg, Dapil 2 6 bacaleg, Dapil 3 8 bacaleg, serta Dapil 4 dan 5 masih-masing 10 bacaleg.

”Kira-kira nanti tanggal 14 ke atas kami baru akan mendaftarkan,” jelas Sarno.

Agus Ali Rosyidi dari DPD Partai Golkar Boyolali mengaku partainya juga belum mendaftar.

”Nanti kalau administrasi pendaftaran sudah lengkap. Kami ingin KPU Boyolali bijak dalam menentukan tes kesehatan bacaleg. Tak hanya menunjuk satu rumah sakit saja. Pertimbangannya secara aturan memang diperkenankan. Yang penting fasilitas kesehatan itu milik pemerintah. Seperti Klinik Bhayangkara itu juga milik negara,” ujarnya.

Ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono menyatakan, perubahan data Silon masih dalam perbaikan di tingkat provinsi. Menyusul perubahan peraturan KPU.

”Memang ada beberapa perubahan sesuai arahkan KPU RI. Kalau jadwalnya tetap. Meskipun ada perubahan data di silon,” papar Siswadi.

(rs/wid/fer/JPR)