Bandara Banyuwangi (BWX) terus berbenah. Dari tahun ke tahun pengguna jasa layanan moda transportasi udara tersebut kini terus menunjukkan perkembangan sangat baik.Rute penerbangan di bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu semakin pesat.

Kepala Bandara Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, tingkat kurva perkembangan bandara kini terus menanjak. Sejak awal dia menjabat di Banyuwangi, bandara yang semula didarati pesawat ATR 72-600, kini sudah mulai didarati pesawat jenis Boeing 737.

Tentu tidak mudah dan butuh proses untuk bisa didarati pesawat Boeing 737 karena ada beberapa spesifikasi yang harus dipenuhi bandara. Beberapa spesifikasi itu di antaranya runway, apron, fasilitas pengisian bahan bakar dan infrastruktur lainnya

Dodi menjelaskan, saat dia datang ke Banyuwangi kekuatan landasan pacu Bandara Banyuwangi hanya 27 pavement classification number (PCN). Dengan kekuatan 27 PCN, Bandara Banyuwangi hanya mampu melayani pesawat jenis ATR 72-600 dengan kapasitas 70-an penumpang.

“Kini, kekuatan landasan pacu sudah dipertebal menjadi 39 PCN. Dengan demikian baru bisa melayani penerbangan pesawat Boeing 737-600 dengan kapasitas 130-an penumpang,” jelasnya.

Bandara Banyuwangi memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter. Namun, hanya landasan sepanjang 1.800 meter yang difungsikan sebagai landas pacu. Nantinya, landasan pacu akan diperlebar hingga 45 meter dengan kekuatan hingga 56 PCN agar dapat melayani pesawat Boeing 737-800. “Tetapi, itu rencana jangka panjang. Semoga saja bisa terus berkembang dengan baik,” harapnya.

Setelah bisa didarati pesawat jenis Boeing 737,  rute penerbangan yang dilayani di Bandara Banyuwangi juga ikut naik. Jika sebelumnya hanya dari Banyuwangi menuju Surabaya. Kini sudah bisa melayani rute penerbangan langsung dari Banyuwangi menuju Jakarta pulang pergi (PP).

”Kita hari ini melayani tiga kali penerbangan pagi dan sore hari,” terang Dodi.

Kepala Dinas Perhubungan dan Persandian Banyuwangi Kusiyadi mengatakan, perkembangan lain yang tak kalah penting adalah pembangunan dan pengoperasian terminal bandara baru meski saat ini masih memasuki tahap uji coba.     “Semula terminal bandara hanya menampung sekitar 100 orang, kini terminal yang baru sudah dapat menampung hingga lebih dari 300 orang,” jelasnya.

Mengenai perkembangan jumlah penumpang, dari tahun ke tahun juga terus meningkat pesat, apalagi sejak didarati pesawat jenis Boeing 737 dengan jumlah penumpang yang lebih banyak. Tahun 2011 lalu, jumlah penumpang hanya 7.826 orang per tahun. Kemudian, pada tahun 2016 naik menjadi 112.661 penumpang per tahun. “Target kami tahun 2017 ini naik mencapai 250 ribu penumpang per tahun,” tandasnya.

Kini, penerbangan dari dan menuju Banyuwangi hanya dilayani tiga penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia dan Nam Air. Ketiga penerbangan tersebut melayani rute Jakarta-Banyuwangi pergi-pulang (PP).

Source link