Isu yang beredar, oknum seleksi perdes menggunakan modus dengan mengaku sebagai orang dekat bupati dan pejabat lainnya. Tak tanggung-tanggung, mereka mematok tarif mencapai puluhan juta dan menjanjikan bakal mulus ikut seleksi perdes. Seperti untuk posisi kepala urusan (kaur) mencapai Rp 60 juta.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Saber Pungli Wahyu Widayat menegaskan, pihaknya tidak sekadar melakukan upaya persuasif, tapi langsung ke ranah hukum jika terbukti ada oknum yang memanfaatkan seleksi perdes untuk mengeruk keuntungan.

”Beberapa pokja (kelompok kerja, Red) kami gerakan. Mulai dari intelijen dan langsung penindakan. Begitu ada aduan masyarakat, kita tangkap dan diperiksa di mapolres,” ujar pria yang juga inspektur inspektorat Kabupaten Sragen ini, Kamis (5/7).

Bagi masyarakat yang mengetaui praktik curang seleksi perdes, Wahyu meminta segera melapor ke www.saberpunglisragen.com atau menghubungi nomor telepon 085701877 dan 087746465429.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengaku telah berupaya meminimalkan isu yang meresahkan masyarakat terkait seleksi perdes. Apalagi mengingat peminat seleksi perdes mencapai 3.400 orang dari 92 desa.

Menurutnya, semakin banyak peserta yang ikut seleksi, maka peluang mendapatkan sumber daya manusia berkualitas makin besar. Hanya saja permasalahannya anggaran yang dikeluarkan juga lebih besar.

”Anggaran yang tersedia di seluruh desa, kalau dijadikan satu hanya sekitar Rp 1,4 miliar,” katanya.

Rencananya, tes seleksi perdes digelar secara serentak mulai Agustus. Peserta akan menjawab naskah soal lewat lembar jawab komputer (LJK) atau computer Assisted tes (CAT). 

(rs/din/fer/JPR)