Plt Kepala Dinas Ketenteraman dan Ketertiban, Widiyantoro Basuki mengungkapkan pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelumnya. Pihaknya juga sudah melayangkan surat agar para pemilik bangunan membongkar sendiri bangunannya.

“Nantinya kawasan ini akan dibangun taman agar Sidoarjo semakin cantik dan indah,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, puluhan bangli yang ditertibkan itu sudah berdiri puluhan tahun. Rata-rata bangli tersebut digunakan untuk usaha para PKL, umumnya penjual makanan. Seluruh bangunan yang ditertibkan itu adalah semipermanen.

Pria yang akrab disapa Wiwid ini menjelaskan Wiwit menjelaskan dari penertiban ini, mayoritas bangunan sudah dikosongkan. Namun ada beberapa di antara yang masih ada perabotannya. Penertiban yang dimulai sekitar pukul 09.00 ini berlangsung lancar. Pihak Dinas Ketenteraman dan Ketertiban, atau biasa disebut Satpol PP mengerahkan satu eskavator.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada pemilik bangunan tersebut untuk meninggalkan bangunan tersebut, jadinya penertiban berlangsung lancar dan aman,” terangnya.

Wiwid pun menjabarkan dalam bulan Desember ini sudah melakukan melakukan penertiban di lima titik bangli. Titik-titik itu yakni di kawasan Candi dan Tanggulangin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Bahrul Amig membenarkan kawasan ini akan dijadikan taman. “Rencananya dibuat taman pasif, jadi masyarakat dapat menikmati pemandangan taman ini ketika melintas di kawasan Tanggulangin,” katanya. (sar/jee) 

(sb/sar/rek/JPR)