Alhasil, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Bondowoso mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada 2017, ranking IPM Bondowoso ada di tengah-tengah IPM dari jumlah kabupaten dan kota se-Jawa Timur, yakni peringkat 31. Padahal, pada awal pemerintahan Amin Said Husni, ranking IPM Kabupaten Bondowoso berada di peringkat bawah. 

Oleh sebab itu, Amin Said Husni mengapresiasi peranan para guru, baik guru tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP serta SMA se-Bondowoso yang ikut mengerek ranking IPM Bondowoso.  Selain itu, tingkat kesehatan dan daya beli masyarakat Bondowoso juga naik cukup signifikan. ”Terima kasih kepada para guru se-Bondowoso yang berjasa membangun sektor pendidikan untuk masyarakat Bondowoso,” ujar Amin Said Husni dalam acara Safari Pendidikan yang ditempatkan di SMP Negeri 1 Tamanan. Ikut hadir ratusan guru dari empat Kecamatan Jambesari, Grujugan, Maesan, dan Tamanan, Kamis kemarin pagi (22/2). 

SINERGI: Bupati Drs Amin Said Husni bersama Kepala Dispendik Dra Hj Endang Hardiyanti serta pemimpin Bank Jatim Suwoto bersama para penerima bea siswa.
(eko saputro/radar ijen)

Juga, tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Dra Hj Endang Hardiyanti, Kepala Inspektorat Drs Wahyudi Triatmadji, Kepala Bapekab Ir Matsakur, Kepala BKD Wawan Setiawan, Pemimpin Bank Jatim Bondowoso Suwoto.

Dalam upaya penaikan peringkat IPM Amin Said Husni melakukan terobosan program Getar Desa (Gerakan Kesetaraan Berbasis Desa). Yakni, sebuah terobosan untuk mengajar warga di desa agar warga yang tidak sekolah formal, bisa memperoleh pendidikan informal di desa, sesuai jenjang pendidikan, yakni kejar paket A, kejar paket B dan kejar paket C. “Itulah, yang dinamakan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bondowoso,” jelasnya. 

Selain itu, Amin Said Husni mengapresiasi peran para guru PAUD yang mendidik anak-anak usia dini. “Oleh sebab itu, kesejahteraan guru PAUD, menjadi komitmen kami,” terangnya.

Kepala Dispendik Dra Hj Endang Hardiyanti yang didapuk sebagai moderator, memberikan kesempatan kepada masing-masing perwakilan guru PAUD, SD, SMP, dan penilik sekolah untuk bertanya kepada bupati. Guru PAUD Al Barokah 1 Tamanan yakni Umi Kulsum meminta bupati untuk kenaikan uang transpor guru PAUD. ”Kami juga meminta guru PAUD dijadikan PNS. Dan, meminta bea siswa bagi guru PAUD untuk melanjutkan pendidikan S 1,” katanya. 

Untuk perwakilan guru SD, Ahmad Taufik dari SD Jambe Anom 1 mengeluhkan kurangnya tenaga pustawakan SD. Sedangkan, untuk perwakilan SMP, yakni Imam Hambali dari SMP 2 Maesan meminta ada alokasi dana bagi pagar sekolah. Untuk perwakilan PLS meminta kendaraan untuk operasional sekolah PAUD. 

Bupati Amin Said Husni menjawab untuk pengangkatan PNS adalah wewenang pemerintah pusat. Sedangkan, untuk tenaga pustakawan bisa mengambil tenaga guru sekolah untuk didik menjadi pustawakan. Untuk anggaran kendaraan, bupati tidak bisa menjanjikan.  Namun dia masih akan melihat-lihat kekuatan anggaran.   

Sementara itu, Bank Jatim Bondowoso ikut berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Bondowoso. Bank Jatim memberikan beasiswa kepada 200 siswa se-Bondowoso sebesar Rp 80 juta. Beasiswa diberikan oleh Bupati Amin Said Husni kepada 100 siswa TK/SD masing-masing sebesar Rp 300 ribu dan 100 siswa SMP masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Selain itu, KPRI Muktisari memberikan bea siswa bagi 10 siswa TK/SD masing-masing Rp 300 ribu dan KPRI Ronggojoyo memberikan beasiswa TK/SD masing-masing Rp 300 ribu. Selain itu, Badan Amil Zakat (BAZ) Bondowoso memberikan bantuan peralatan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) berupa kursi roda (9 buah), kaca mata (10 buah), alat bantu dengar (1 buah) dan kereta dorong (1 buah). 

(jr/aro/hud/das/JPR)

Source link