KOTA – Lilik Sudarwati, warga Dukuh Kepoh, Desa Jegong, membantah memiliki kayu gelondongan yang diamankan Polres Blora pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 05.10 lalu. Perempuan 47 tahun tersebut, mengaku hanya menjual kayu rencek yang sudah menjadi mata pencahariannya Selama dua tahun terakhir.

Ungkapan tersebut disampaikan saat gelar perkara di Polres Blora kemarin. Lilik dengan tegas mengaku tidak tau menahu soal kayu tersebut. Sebab dia juga baru sekali ini mengetahui adanya kayu tersebut. “Saya jual kayu rencek, itu bukan kayuku,” ucapnya.

Perempuan yang ditutup wajahnya ini mengaku, kayu rencek yang biasanya dia beli tidak ada di tempat. Sebab di tinggal di KPH Randublatung. “Ini bukan kayu saya,” jelasnya sambil menunjukkan kayu yang dijadikan barang bukti.

Dalam satu bulan, Lilik mengaku setor kayu rencek ke Kecamatan Japah. Aktivitas itu dilakukan selama dua tahun terakhir. Terkait siapa yang mempunyai kayu itu, dia mengaku tidak tau sama sekali. “Yang punya ya yang ambil kayu di hutan, bukan saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo mengaku pelaku memang menggunakan modus seperti itu. Sehingga saat petugas memeriksa yang tampak dari atas adalah kayu rencek.

“Para pelaku memang  menggunakan modus membeli dari seseorang yang mengambil kayu, lalu dipotong tengah dan digunakan untuk papan serta bakal kursi. Modusnya seperti itu. Kami berhasil mengamankan 74 batang,” tegasnya.

Untuk kayu bakar, pihaknya menyerahkan kepada Perhutani. Menurutnya, operasi ini sudah dilakukan selama satu bulan terakhir. “Kerugian kayu rencek sekitar Rp 1,2 juta,” terangnya.

Atas penangkapan itu, Pihaknya berhail mengamankan Lilik Sudarwati dan Susanto (sopir). Selain itu mengamankan truk dengan Nomor Polisi K-1316-NE beserta 74 batang kayu dengan volume 1.281 meter kubik.

“Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam melanggar pasal 12 huruf L dan M jo pasal 87 ayat (1) huruf (1) c dan (2) b UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan,” imbuhnya. 

(ks/sub/ali/top/JPR)

Source link