Sinyal perebutan itu mulai diperdengarkan langsung oleh bakal calon wali kota (Bacawali) Ika Puspitasai usai pendaftaran, Rabu (10/1) malam. Kandidat yang diusung Golkar-Gerindra ini, menegaskan, jika basis Nahdiyin menjadi target utama dalam bidikan suara nanti.

’’Saya lihat, terbesar adalah warga Nahdiyin. Makanya, jadi target utama. Tapi semua kalangan pasti akan kita rangkul. Karena, Kota Mojokerto bukan hanya punya NU, tapi punya seluruh warga,’’ jelasnya.

Membidik suara ke Nahdliyin, dinilai bukan tanpa sebab. Karena, kata Ita, sejak 10 tahun terakhir, ia aktif di organisasi Muslimat dan ke-NU-an. ’’Karena keluarga besar saya Nahdiyin. Mulai dari orang tua dan Mbah adalah aktivis serta tokoh agama,’’ papar adik kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) ini.

Pun demikian dengan paslon Andy Soebjakto Molanggato-Ade Ria Suryani. Paslon yang diusung PKB, PPP dan Demokrat ini juga mengaku sudah mendapat dukungan dari NU. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran Ketua PCNU Kota Mojokerto KH Soleh Hasan saat deklarasi di kantor PKB Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, sesaat sebelum pendaftaran.

Selain ketua PCNU, sembilan kiai hadir dalam proses perkawinan tiga parpol berideologi religius-nasionalis tersebut. Di antaranya, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda KH Faqih Usman, KH Ismail Adnan, KH Wahib Wahab, KH Syafi Ludfin, Gus Qodri, hingga Gus Sofwan.

Sementara, kandidat ketiga yang melirik dukungan massa Nahdiyin adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung pasangan Akmal Boedianto-Rambo Garudo. Harapan itu mencuat lantaran basis massa riil Al-Ummahat masih berada di bawah kendali Mas’ud Yunus, yang notabene kader dari partai moncong putih.

Lalu bagaimana dengan sikap NU? Ketua PC NU Kota Mojokerto Soleh Hasan saat dikonfirmasi menegaskan, secara lembaga, NU tidak diperbolehkan berpihak terhadap salah satu kandidat. Namun, NU merupakan organisasi untuk seluruh umat. ’’Tapi, kalau perorangan, terserah mau ke mana,’’ terangnya.

Terkait kehadirannya di momen deklarasi pasangan calon, ia mengaku, karena diundang secara khusus. ’’Siapa pun yang mengundang, saya pasti datang. Partai apa pun,’’ imbuh dia. 

Di momen politik seperti sekarang ini, Soleh mengakui, jika klaim selalu dilakukan oleh kalangan tim sukses hingga paslon telah mendapat dukungan dari NU. ’’Saya tegaskan, NU secara kelembagaan harus netral. Kalau soal klaim saya pikir itu sudah biasa,’’ pungkasnya. 

(mj/ron/ris/JPR)

Source link