JOMBANG – Perpustakaan  SDN Dukuh Pundong II, Kecamatan Diwek, rusak parah. Sebagian atap  tidak utuh, karena kerangka bangunan  sudah kropos.
’’Kurang tahu sejak kapan, saya di sini kondisinya sudah begini,’’ ujar salah satu warga, yang namanya enggan disebut, Senin (4/9).

Sepengetahuannya, kondisi rusak perpustakaan itu sudah lama, sekitar setahun. Banyaknya genting yang  jatuh, akhirnya pihak sekolah terpaksa menutup perpus itu. ’’Kalau tidak dipakai memang sudah lama, kabarnya takut nanti kena siswa kalau tetap dipakai,’’ imbuhnya.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Jombang, kondisi bangunan nampak terlihat belum lama dibangun.. Diperkirakan, banyaknya genting yang jatuh itu disebabkan kerangkanya tidak kuat lagi. ’’Pokoknya sudah lama rusaknya,’’ pungkas dia.

Sementara dikonfirmasi, Fajar, salah satu guru kelas SDN Dukuh Pundong II, Kecamatan Diwek, tak menampik dengan tidak pergunakannya gedung itu. Alasanya, karena gedung perpustakaan itu rusak cukup lama. ’’Memang benar, sejak dua tahun lalu sudah tidak dipakai. Karena bangunannya sudah rusak,’’ kata Fajar.

Dia tak bisa menjelaskan dengan rinci penyebab rusaknya gedung itu. Hanya melihat kondisi gedung, diprediksi banyaknya genting yang terjatuh, lantaran kondisi kayu dari reng sudah lapuk. ’’Kemungkinan karena kayunya memang keropos,’’ tuturnya.

Begitu juga dengan usia gedung itu, Fajar tak mengetahui pasti. ’’Kalau temboknya memang masih bagus, hanya atasnya saja yang rusak. Kurang tahu bangunannya tahun berapa, karena saya masih baru di sini, masuk sekitar 2010,’’ bebernya.

Karena kerusakan cukup parah, membuat pihak sekolah terpaksa memindah seluruh buku di ruangan itu. ’’Khawatirnya nanti malah ngrubuhi anak-anak. Makanya lebih baik tidak dipakai,’’ terang Fajar.

Untuk sementara, ruang perpusatkaan sekolah itu terpaksa dipindah ke ruang guru. ’’Seluruh buku sudah kita pindah, tinggal beberapa meja dan kursi saja yang kita tinggal disana,’’ sambung Fajar.

Dia mengakui setelah kerusakan gedung itu cukup parah, sudah ada langkah yang dilakukan pihak sekolah ke dinas terkait. Dengan berkirim surat laporan adanya kerusakan itu. Harapannya, segera ditindaklanjuti. Meski begitu, sampai sekarang belum ada kabar lebih lanjut yang diterima pihaknya. ’’Dulu sudah dilaporkan, cuma sekarang belum ada kepastian segera diperbaiki atau tidak,’’ pungkas Fajar.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Disdik Jombang, Priadi mengatakan, perbaikan gedung perpustakaan itu tak bisa dilakukan tahun ini. Lantaran pihaknya belum menerima laporan dari sekolah. ’’Sampai sekarang belum ada pengajuan yang masuk. Tapi, nanti tetap kita perhatikan,’’ ujar Priadi, melalui sambungan selulernya, Senin.

Karena itu, meski kerusakan cukup parah, bakal tidak langsung ditangani. Dipastikan, hingga tutup tahun nanti kondisi gedung hampir sama. Bahkan, bisa-bisa semakin parah.

Dijelaskan, selain belum masuknya laporan itu, juga disebabkan penyusunan perubahan anggaran kebutuhan pada disdik juga selesai beberapa waktu lalu. ’’Mungkin agak telat kalau harus dimasukna, Karena satu minggu yang lalu kami baru saja menyusun anggaran untuk PAK,’’ terangnya.
Meski begitu, Priadi menegaskan pihaknya menindaklanjuti adanya kerusakan gedung itu. ’’Jadi akan kita masukan tahun berikutnya,’’ pungkasnya singkat.

Source link