MENANG TIPIS: Laga antara Probolinggo United melawan Putra Jombang di Stadion Bayuangga, Minggu (8/7).
(M. Hilal Lahan Amrullah/Radar Bromo)

MAYANGAN – Probolinggo United berhasil meraup poin penuh dalam laga kandangnya melawan Putra Jombang, Minggu sore (8/7). Bertanding di hadapan pendukungnya, tim berjuluk The Lasminggo ini menang tipis 1-0 lewat gol yang dicetak Abdul Haris Fernando di menit 73.

Meski menuai protes, gol tersebut tetap disahkan wasit. Protes itu juga berbuah dua kartu kuning yang semuanya diberikan pada pemain Putra Jombang. Hal itu membuat tim tamu emosional. Pemain kemudian mengejar wasit dan memprotes keputusan tersebut.

Kericuhan sempat terjadi di lapangan. Aparat keamanan dan panitia pelaksana (panpel) lantas turun tangan meredakan situasi. Meski mendapat protes, wasit bergeming. Probolinggo United menyudahi skor dengan kemenangan tipis.

Kemenangan itu membuat selisih poin antara Probolinggo United dengan PSIL Lumajang yang berada di posisi 2, tereduksi. Kini kedua tim bertetangga itu hanya selisih 1 pon saja. The lasminggo mengemas 14 poin, sementara PSIL mengemas 15 poin.

Asisten Pelatih Probolinggo United Soeharjono menyambut gembira hasil positif tersebut. Maklum, laga kontra Putra Jumbang itu menjadi kesempatan terakhir Probolinggo United berlaga di kandang pada Liga 3 Grup D Zona Jatim. Kemenangan ini juga menegaskan dominasi tuan rumah atas tim tamu. Saat putaran pertama lalu, Imam Hambali dkk juga sukses mengalahkan Putra Jombang.

“Alhamdulillah bisa meraih poin penuh. Ini, berkat permainan anak-anak yang sangat baik. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi. Antara lain penyelesaian akhir dan juga konsentrasi dari para pemain. Nanti kami evaluasi,” terangnya.

Sementara itu, Pelatih Putra Jombang Dwi Santuso mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai anak asuhnya belum mampu menerjemahkan instruksi di lapangan. Apalagi, para pemainnya tak mampu mengontrol emosi dan memicu terjadinya insiden.

“Kami belum bisa meraih poin penuh. Banyak hal yang perlu di evaluasi. Salah satunya yaitu kontrol emosi dari mereka itu sendiri,” jelasnya.

(br/sid/fun/fun/JPR)

Source link