Puluhan desa tersebut sudah diverifikasi oleh tim gabungan. Hasilnya, perilaku masyarakat yang semula buang air besar sembarangan, kini sudah buang air besar (BAB) ke jamban sehat. Meski, kategori jamban yang dibangun masih semipermanen. Ada pula yang masih sharing atau menumpang keluarga.

Untuk mendapatkan reward desa ODF memang harus dievaluasi oleh tim penilai. Anggotanya, dari dinas kesehatan dan puskesmas. Desa yang memenuhi lima parameter kualitas ODF akan menerima hadiah uang tunai dari Dinkes Nganjuk dan Konsorsium Terima Bersih.

Lima parameter yang dinilai adalah, keberadaan komite pemantau kesinambungan ODF. Kemudian, ada mekanisme menjaga kesinambungan ODF. Yang ketiga, desa harus mempunyai peta sanitasi.

Tidak hanya itu, desa juga harus memperkuat perilaku BAB yang sehat ini  dengan peraturan desa (perdes). Terakhir, ada dukungan kegiatan kesehatan lingkungan yang dianggarkan melalui APBDes

Dari total 21 desa yang dinilai, sebanyak 16 desa di antaranya dianggap memenuhi kriteria. Yaitu, Desa Sumberagung, Desa Tiripan, Desa Nglawak, Desa Pelem, Desa Drenges. Kemudian, Desa Ngujung, Desa Sonopatik, Desa Sudimoroharjo, Desa Getas.

Ada pula Desa Teken Glagahan, Desa Karangsono, Desa Nglaban, Desa Ngrawan, Desa Sawahan. Hingga, Desa Bulu, Desa Sidorejo. Desa-Desa ini akan mendapat reward ODF berupa uang tunai yang sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Nganjuk bersama Konsorsium Terima Bersih. 

(rk/rq/die/JPR)

Source link