Perinciannya, Suzuki Satria empat unit, Yamaha RX King satu unit, Honda Blade satu unit, Yamaha Vixion empat unit. Juga, ada Honda Beat satu unit, Hondra Grand satu unit, Yamaha Vega R satu unit, Kawasaki Ninja 4 unit, dan Supra X satu unit. Belasan kendaraan tersebut rata-rata berpelat Surabaya (L).

            Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar A mengatakan, sasaran utama operasi adalah kendaraan berknalpot brong. Kendaraan yang diamankan, kata dia, akan dikembalikan setelah perayaan tahun baru. ”Ketika mau diambil, harus dikembalikan ke bentuk semula (standar pabrikan),” katanya Jumat (29/12).   

Mantan Kasatlantas Polres Sumenep itu menambahkan, pemilik juga harus menunjukkan surat-surat kendaraan. ”Misalnya knalpot brong, ban kecil, juga perlengkapan lain. Seperti motor modifikasi dan pelat nomor yang belum dipasang. Kami benar-benar fokus pada kendaraan knalpot brong,” jelas perwira dengan tiga balot di pundaknya itu.

Musa menjelaskan, tujuan operasi itu antisipasi menjelang perayaan tahun baru. Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan berknalpot brong yang bikin bising telinga. ”Sebab, itu sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Ini demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga akan memanggil orang tua pemilik kendaraan tersebut. Sebab, rata-rata pengendara masih remaja. ”Kami juga akan memanggil wali. Kami ingin memberikan imbauan dan sosialisasi. Serta, akan dilengkapi dengan surat pernyataan untuk tidak mengganti bentuk asal kendaraan,” jelasnya.

Menurut Musa, ada sebagian pemilik kendaraan yang datang ke polres untuk mengambil kendaraan tersebut. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memenuhi keinginan mereka. Kendaraan itu akan dikembalikan setelah perayaan tahun baru. ”Ada yang mau mengambil. Tapi kami tahan sampai pelaksanaan tahun baru usai,” pungkasnya.

(mr/rul/han/bas/JPR)