Kepala Dinkes Blora Henny Indriyanti mengatakan, hingga saat ini Kota Sate merupakan kabupaten terbebas dari penyakit difteri. Dia berharap tetap tidak ada satu pun warga terkena penyakit difteri. ‘’Insya Allah Blora aman,’’ katanya selasa (19/12).

Meski begitu, kata dia, dinkes tetap mengantisipasi adanya penyakit menular menyerang bagian pernafasan tenggorokan ini. Serta, meminta setiap rumah sakit (RS) menyediakan ruang isolasi khusus penderia difteri. 

Serta, mengajak masyarakat mengantisipasi dan mengenali sejak dini penyakit difteri. Dia mengatakan. jika ada anak panas tinggi hingga tiga hari, dibarengi nyeri, serta sesak dan ada pembekakan di leher segera periksa ke puskemas terdekat. Karena secara umum, penyakit difteri seperti gejala-gejala  tersebut.

Dia menambahkan, penyakit ini termasuk berbahaya, jika kuman penyebab difteri yakni bakteri Corynebacterium sudah menyebar dan tidak segera diobati, penyakit akan menyebar ke organ tubuh lainnya. Seperti ke paru-paru, jantung dan sistem saraf. Bila tidak ditangani cepat, bisa berujung kematian.

Sebagai pencegahan, kata Henny, juga menyiapkan vaksinasi bayi dan anak sekolah. Vaksinasi sesuai ketentuan vaksin imunisasi difteri, tetanus, dan pertusis (DPT). Karena itu, para orang tua harus memastikan anak-anaknya telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, salah satunya imunisasi DPT. 

Untuk melakukan imunisasi ini, orang tua bisa membawa anaknya ke puskesmas terdekat. Dan, mendapatkan imunisasi DPT secara gratis.

(bj/fud/rij/faa/JPR)

Source link