Polsek Sukasada terus melakukan penyelidikan terhadap tragedi meninggalnya dua orang siswi SMK Kesehatan Widya Dharma Bali (Widharba) Sukasada. Seperti diketahui, dua siswi, Luh Devy Cahyani, 17 dan Kadek Dwi Asmarani,16 meninggal setelah dilaporkan tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Senin (11/12).

Hingga Selasa (12/12) kemarin, Polsek Sukasada telah memeriksa 8 orang saksi.

Para saksi berasal dari empat orang siswa dan empat guru pendamping. Kedelapan saksi tersebut memang ikut tracking saat tragedi yang memakan dua orang korban terjadi.

“Kita sudah melakukan penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap delapan orang saksi. Termasuk dari pihak guru pendamping dan siswa,” ujar Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Nyoman Suartika, Selasa (12/12) siang, saat ditemui di Polsek Sukasada.

Sampai saat ini sambung AKP Suartika, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sebab, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, belum ditemukan adanya unsur kelalaian dalam kasus ini.

“Dari keterangan saksi, anak-anak sudah di-warning, agar tidak mandi di lokasi tersebut. Batasan mandi di tempat aman sudah diberitahu oleh pendamping. Kemungkinan, korban tidak mendengar, sehingga peristiwa tenggelam terjadi” singkatnya.

Terkait indikasi pihak sekolah yang tak tahu menahu digelarnya kegiatan tracking, AKP Suartika menyebut jika program tersebut memang sudah direncanakan. Hanya saja pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap pihak Kepala Sekolah. “Kepala Sekolah belum kami mintai keterangan. Tetapi dari keterangan saksi, program itu memang sudah direncanakan sebelumnya,” katanya.

(bx/dik/yes/JPR)

Source link