Alasan tersbut makin kuat karena objek wisata tersebut hasil kerja bareng pemerintah dan masyarakat setempat. “Pemalang itu sebenarnya punya daya kreasi yang tinggi. Pemudanya punya kreasi yang tinggi, tekhnologi nya dimasukkan ke desa-desa. Potensi yang ada dikembangkan,” katanya.

Benowo Park tersebut beralamat di desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang. Di dalamnya, selain terdapat makam Pangeran Benowo juga bakal dibangun berbagai wahana penunjang seperti wahana wisata air. Adapula taman labirin, taman bunga panahan.

“Ini akan menjadi destinasi menarik sehingga menjadi alternatif untuk wisata ke Pemalang,” katanya.

Ganjar tiba di Benowo Park menjelang Magrib. Ratusan warga sudah menunggu di taman yang rindang dengan pepohonan lebat itu. Rupanya informasi Ganjar akan datang sudah menyebar beberapa waktu sebelumnya. 

Salah satu warga Rini,27, datang bersama suami dan anaknya yang masih balita. Ia mengaku puas bisa bertemu Ganjar dan berfoto bersama. 

“Ternyata lebih ganteng dari di TV, semoga Pak Ganjar sehat selalu dan bisa memimpin Jawa Tengah ke depan,” katanya sembari menunjukkan foto selfinya dengan pria berambut putih itu. 

Ganjar yang berkesempatan ke sana tidak lupa ziarah ke makam Pangeran Benowo. Usai berziarah, waktu berbuka tiba. Suami Siti Atiqoh itu pun berbuka bersama warga di warung yang berderet di depan giant letter Benowo Park. 

Kepada pengelola taman yang merupakan pengurus Bumdes tersebut, Ganjar berpesan agar membuat manjemen objek wisata yang profesional. 

“Tempatnya harus bersih dan kuliner tradisional. Penataan Tata ruang yang bagus. Maka orang-orang yang masuk ke sini bisa merasa ‘wow’,” kata Ganjar ketika dimintai masukan untuk pengembangan.

Wahana yang bisa menimbulkan wow effect ini, kata Ganjar, yang kita minta ada di tempat-tempat seperti ini. Jadi orang-orang yang jauh datang ke sini akan mendapat kepuasan di Benowo Park tersebut.

(sm/amh/zal/JPR)