Penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa perlu dicarikan formula terbaik. Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mendorong perguruan tinggi mengembangkan pola pikir kritis terhadap mahasiswa.

            Menurut Ismail, perlu digiatkan pemikiran kritis terhadap generasi muda untuk membentengi diri dari pengaruh radikalisme. Ismail menyebut ada pergeseran nilai terhadap nilai-nilai pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

            ”Membentengi penyebaran radikalisme di kalangan mahasiswa tidak hanya di dalam kampus. Selain itu calon mahasiswa yang akan masuk juga perlu dibentengi. Hari ini itu tidak ada,” ucap Ismail.

            Calon mahasiswa baru ataupun pelajar saat mengikuti orientasi harus diberi pemahaman utuh tentang kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Lembaga pendidikan tidak boleh menggelar kegiatan yang hanya bernilai seremoni belaka.

            ”Pemahaman yang diajarkan melalui kegiatan yang diadakan lembaga pendidikan harus mendalam. Mengarah pada substansinya. Sehingga, pemikiran kritis itu akan muncul di benak generasi pemuda,” tandasnya.

            Pemahaman tentang Pancasila harus bisa dilakukan secara menarik dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Metode pendidikan seperti ini dinilai menarik untuk menghadirkan nilai-nilai persatuan.

            ”Karena itu, jangan sampai mimbar akademik disalahgunakan untuk menyebarkan paham radikalisme. Pihak kampus harus jeli dan bisa mendeteksi itu semua,” pungkasnya.

(mr/ghi/han/bas/JPR)