Seperti Aniek Purwati, 20, warga Desa Grenden, Kecamatan Puger yang datang bersama tiga saudaranya ke TPI. Dia datang untuk membeli iklan keperluan lauk pauk. “Memang setiap bulan Ramadan selalu mencari ikan di TPI, karena kalau membeli pagi, rasanya kurang pas,” ujarnya.

Tetapi, juga ada bapak-bapak yang datang bersama istrinya yang memborong ikan segar, alasannya untuk dibakar karena ada saudaranya yang baru datang dari Malang. “Biasanya kalau ada saudara yang datang dari jauh, selalu minta ikan bakar dan asem-asem,” ujar Nur Halim, 50, warga Desa Lojejer, Wuluhan. 

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, paling banyak yang datang ke TPI adalah ibu-ibu bersama anaknya. Setelah membeli ikan, biasanya mereka langsung pulang. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 16.00 dan segera untuk memasak.

Di sekitar TPI memang banyak ibu-ibu yang berjualan ikan segar, bahkan jumlahnya lebih banyak dari biasanya. “Setiap bulan Ramadan banyak orang yang datang ke TPI sore hari, karena untuk keperluan dimasak. Kalau pagi hari, malah sepi yang datang,’’ ujar Salim, warga Puger Wetan. 

(jr/jum/wah/das/JPR)

Source link