Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Ribuan jamaah pun memadati kawasan ini mulai dari masjid hingga bazar di sekeliling masjid. Humas Masjid Al-Akbar Surabaya Helmi M Noor mengatakan saat ini jamaah salat malam untuk meraih malam lailatul qadar lebih banyak dari tahun kemarin. “Sudah tampak peningkatan di malam ganjil,” ujar Helmi, Kamis (6/6).

Kebanyakan umat muslim yang mengikuti qiyamullail atau salat malam karena mereka yakin pada malam-malam ganjil adalah malam lailatul qadar. Sehingga mereka tidak ingin melewatkan malam tersebut kecuali dengan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Kami sudah sediakan tempat khusus ibadah bagi 10.000 jamaah pada awal hingga 40.000 jamaah pada malam terakhir Ramadan. Ini belajar pada tahun lalu yang membeludak, karena itu kami sediakan tempat yang lebih banyak,” ujar Hilmi.
Untuk mengantisipasi membeludaknya jamaah, Helmi mempersiapkan ruang atas untuk menampung jamaah yang mengikuti salat malam. Pengunjung mulai memadati Masjid Nasional Al-Akbar pada pukul 22.00 WIB, meski jadwal salat malam baru dimulai pukul 01.00 WIB.

Jamaah salat malam pun tak perlu khawatir untuk ketinggalan makan sahur, karena Masjid Al-Akbar juga menyiapkan 1.000 kotak nasi untuk santap sahur bagi para jamaah, atau siapapun yang ingin sahur di Masjid Al-Akbar.
Selain itu, Hilmi juga mengatakan, saat ini juga memberikan fasilitas paramedis untuk berjaga-jaga adanya jaamaah yang kelelahan saat menjalani ibadah salat malam. “Tahun ini kami juga sediakan paramedis, bukan apa-apa, tapi untuk antisipasi jika terjadi sesuatu hal yang darurat, kami sudah siap,” papar Helmi.

Didik Rahmawan, salah satu jamaah sekaligus pengunjung dari Surabaya mengatakan, ia setiap tahun selalu melaksanakan salat malam di Masjid Al-Akbar saat malam ganjil di akhir Ramadan. “Tiap tahun selalu saya salat malam di sini. Selain nyaman, saya bisa benar-benar menikmati ibadah di Masjid Al-Akbar,” jelasnya.
Di saat sepuluh malam hari terakhir pada tanggal ganjil, Masjid Al-Akbar Surabaya mempersiapkan dua imam besar yang bertugas sebagai imam saat pelaksanaan salat berlangsung. Di antaranya adalah Ustadz Hamid Abdullah dan Ustadz Ahmad Muzaki, nantinya para imam tersebut bergantian menjadi imam.

“Ustadz Hamid Abdull, dan Ustadz Ahmad Muzaki, terus bergantian hingga akhir bulan ramadan. Beliau (para imam) sudah tiga tahun ini menjadi imam saat Ramadan, salat tarawih maupun salat malamnya,” pungkas Helmi.(*/no)

(sb/gin/jek/JPR)