Penghargaan juga diberikan kepada Rofik, teman Irfan. Dua santri berprestasi itu dianggap melakukan hal spektakuler membela diri dengan cara melawan begal yang hendak mencelakai.

Abdul Halim, 27, kakak kandung Irfan yang hadir pada prosesi pemberian penghargaan itu mengaku terharu. Dia mengapresiasi aparat kepolisian yang memandang kasus tersebut dengan cara sangat profesional.

Keluarga Irfan juga meminta maaf kepada keluarga Aric Saifulloh, begal yang meninggal dunia setelah duel dengan Irfan. Menurut Halim, adik kandungnya itu tidak bermaksud mencelakai orang. Dia hanya membela diri.

Kondisi Irfan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah luka sabetan benda tajam diderita. Sepekan ke depan, jika kondisinya membaik, santri di Ponpes Darul Ulum Bandungan, Kecamatan Pakong, itu bakal kembali ke Madura. ”Terima kasih kepada kepolisian yang telah memberi penghargaan kepada Irfan,” katanya.

Diceritakan, Irfan diberi piagam penghargaan dan uang santunan untuk biaya berobat atas luka yang diderita. Kemudian, pemuda yang menggeluti ilmu bela diri sejak lama itu bebas dari hukum. ”Sekali lagi kami sangat berterima kasih,” sergahnya.

Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan Pengasuh Ponpes Darul Ulum Bandungan KH Akhmad Zaini Dahlan. Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas langkah bijaksana yang dilakukan polisi. Mewakili keluarga dan pondok pesantren, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Aric Saifulloh.

Menurut dia, tidak ada maksud Irfan melukai apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Kejadian tersebut merupakan kehendak Tuhan. Sebagai santri, Irfan tidak pernah dididik untuk membenci orang apalagi sampai membunuh.

”Insyaallah, saya bersama santri akan menggelar doa bersama untuk almarhum Aric Saifulloh,” katanya.

KH Akhmad Zaini Dahlan juga memberi apresiasi kepada Irfan. Dia mendoakan keselamatan santri yang sedang proses menyelesaikan hafalan Alquran itu. ”Doaku menyertaimu,” katanya kepada Irfan.

Praktisi Hukum Moh. Noval Ibrahim Salim juga mengapresiasi langkah yang ditempuh kepolisian. Menurut dia, Irfan memang layak mendapat penghargaan. Sebab, dia melawan demi menjaga harkat, martabat serta keselamatannya.

Jika status Irfan menjadi tersangka, sudah selayaknya batal demi hukum. Sebab, yang dilakukan santri tersebut untuk membela diri yang dilindungi undang-undang.

”Kami mengapresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil Polri,” tandas pengacara yang mengalahkan pemerintah dalam sengketa biaya PNBP itu.

(mr/pen/luq/bas/JPR)