GEBYAR Pedagang Kaki Lima (PKL) ke-5 tahun ini bernuansa religius. Tidak ada perayaan mewah maupun jualan di sepanjang jalan protokol seperti tahun lalu. Perayaan kali ini dikemas sederhana, namun meriah. Ribuan PKL menghadiri syukuran hari PKL di GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kecamatan Kota.

Acara tahunan tersebut dihadiri Bupati Kudus Musthofa, kepala dinas di OPD, Kapolres Kudus AKBP Agusmas Gurning, Ketua Paguyuban PKL Kudus Muhammad Toha, dan para PKL. Mereka mendengarkan tausyiah bersama dari KH Gus Bodo asal Grobogan dan KH Syaihudin asal Kecamatan Undaan, Kudus. Pesan yang disampaikan dari kedua kiai, pedagang diminta terus berzikir dan beristighfar sebanyak-banyaknya supaya dagangan laku.

Bupati Musthofa juga mendapat dukungan dari para PKL untuk melanjutkan perjuangan menyejahterakan rakyat maju di Pilgub Jawa Tengah. ”Perhatian bupati kepada PKL sangat luar biasa. Keseriusan menata para pedagang sangat bermanfaat,” kata Ketua Paguyuban PKL Kudus Muhammad Toha.

Menurutnya, PKL sekarang ini menjadi lebih tertata. Bantuan gerobak gratis yang pernah diberikan kepada PKL sangat membantu. Ditambah lagi, tiap tahunnya diperingati hari PKL. ”Hanya di Kudus ada acara seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, acara syukuran Gebyar PKL dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama. Masing-masing perwakilan paguyuban membawa tumpeng. Acara tersebut berlangsung dari pukul 14.30 dan selesai pukul 16.30. Acara diakhiri membaca doa bersama.

Usai mengikuti pengajian bersama, Bupati Kudus Musthofa menyempatkan diri mendatangi satu stan dari PKL car free cay (CFD). Dia menyampaikan, perayaan sederhana ini sebagai apresiasi untuk PKL.

”Mereka semua turut berperan menopang ekonomi rakyat. Kudus tingkat kesejahteraannya maju karena para PKL. Saya setiap tahun selalu memberikan evaluasi dan alhammdulillah sampai dengan detik ini ada peningkatan. Dari yang keliling sekarang sudah punya lapak sendiri,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, stan yang disediakan berjumlah 56 tempat. Gebyar PKL berjualan mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00, dan hanya satu hari. Bagi yang tidak ikut jualan di kawasan GOR, diimbau tidak berjualan, karena memperingati Hari PKL dan rasa solidaritas antarsesama pedagang.

”Kali ini kami tidak menggelar PKL di sepanjang jalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat cuaca yang tidak menentu. Pertimbangan lainnya, perayaan Gebyar PKL ini dikemas lebih sederhana, berkaca dari sambut tahun baru beberapa hari lalu,” terangnya.

(ks/san/lil/top/JPR)