Diterangkan Febrina, untuk mencegah penyebaran penyakit leptopsirosis, warga harus menjaga kebersihan rumah. Jangan menumpuk sampah dalam rumah yang bisa mengundang tikus. Tutup rapat makanan atau simpan dalam lemari makan. Jangan menumpuk barang yang tidak terpakai agar tidak dijadikan sarang tikus. 

“Yang terpenting adalah selalu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setiap usai melakukan kegiatan apapun,” tegas Febrina. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso menambahkan kasus leptopsirosis merupakan kasus yang terpendam. “Jarang sekali terjadi. Tapi begitu ada bisa menyebabkan kematian korban,” ungkap Kohar. 

Sampai sekarang, penyakit leptospirosis tidak pernah menelan banyak korban. Daerah rawan penyakit ini pun belum terpetakan. Ketidaktahuan korban menjadi penyebab utama kematian tersebut. “Gejalanya mirip dengan flu. Maka dari itu warga harus segera memeriksakan diri saat lebih dari empat hari (belum sembuh, Red),” terang Kohar. 

Ketika diketahui terjangkit virus tikus, dokter akan memberikan obat. Salah satunya antibiotic. “Pengobatannya murah dan gampang. Tapi penyakitnya mematikan,” tegas Kohar. Kohar menegaskan, agar terhindar dari penyakit ini warga harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.(ang/no) 

(sb/ang/jek/JPR)