SITUBONDO – Beberapa waktu lalu, biaya retrebusi parkir di alun-alun dikeluhkan. Pasalnya, tiap-tiap kendaraan ditarik Rp.2.000. Angka tersebut dinilai terlalu mahal.

Sayangnya, keluhan dari masyarakat tersebut belum membuahkan hasil. Biaya parkir tetap Rp.2000 untuk satu unit sepeda motor. Wajar, keluhan kembali datang. Agus Wadi, salah satu masyarakat berharap, biaya parkir tetap Rp.1000, seperti sebelumnya.

Dia menerangkan, untuk biaya parkir, angka tersebut terlalu mahal. Karena itu, dia meminta kepada pihak terkait untuk mengakaji ulang kebijakan itu. “Bagi saya, tidak wajar sampai Rp.2000,” katanya.

Apalagi selama ini, peruntukkannya tidak jelas. Agus mengatakan, parkir alun-alun tidak dikelola pemerintah. “Uangnya masuk ke mana. Cuma saya dengar diserahkan ke salah satu SKPD,” tambahnya.

Jika demikian, Agus memprediksi, retrebusi tersebut tidak masuk ke Badan Pengelolaan, Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) . Akan tetapi bisa saja ada sistim bagi hasil antara paguyuban dengan SKPD penerima setoran. “Kalau tidak masuk ke aset (BKPAD), berarti bagi-bagi,” katanya. 

Didik Hariyadi, Ketua Paguyuban pedagang Alun-alun Situbondo mengatakan, pihaknya menaikkan retrebusi pada Bulan Puasa lalu. Dia menerangkan, sebelumnya hanya Rp.1000 per kendaraan. “Kalau dulu, kita tarik Rp.2000 jika ada even-even saja. Sedangkan sekarang tetap Rp.2000,” ujarnya.

Ada beberapa alasan retrebusi dinaikkan. Salah satunya, setoran ke pemerintah daerah meningkat. Sebelumnya, per bulan hanya menyetorkan Rp.1 juta. Sedangkan saat ini Rp.1,2 juta per bulan. Oleh paguyuban, uangnya diserahkan kepada Dinas Perumahan dan Kawasa Permukiman (DPKP) Situbondo.

“Dulu kita serahkan Rp.12 juta per tahun. Mulai tahun 2018 ini, Rp.14 juta lebih. Dari kelebihan itu, kami gunakan untuk perawatan di pujasera jika ada kerusakan,” kata Didik.

Didik menambahkan, biaya tersebut bukan retrebusi parkir. Akan tetapi untuk penitipan kendaraan. Karena itu, semua resiko menjadi tanggung jawab paguyuban sebagai pengelola. “Kalau ada kehilangan, kami yang tanggung jawab. Di mana-mana, kalau penitipan itu Rp.2000,” pungkas Didik.

Source link