Secara berkala, rombongan wisman dari berbagai Negara terus berdatangan ke kabupaten paling timur di Pulau Madura ini.

Baru-baru ini, rombongan wisman dalam jumlah besar kembali menyambangi Sumenep.

Sedikitnya 130 orang wisman dari beberapa Negara di Eropa, seperti Australia, Perancis, dan sebagian lagi Amerika Serikat (AS) mendatangi beberapa obyek wisata di Sumenep.

Seperti biasanya, rombongang wisman yang datang dengan kapal pesiar lewat perairan Saronggi ini disambut dengan sambutan khas warga Sumenep terhadap wisman.

Aneka tarian dan kuliner khas Sumenep disajikan di Pendapa Keraton Agung Sumenep. Bahkan, iring-iringan bus rombongan wisman ini dikawal langsung mobil patroli dari Polres Sumenep yang dipantau langsung Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora.

“Kami kawal perjalanan mereka agar lancar. Sehingga, ketika merasa nyaman, akan kembali datang ke Sumenep,” sebut Kapolres Joseph.

Selain tarian, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memeragakan aneka karya seni Sumenep kepada para wisman.

Di antaranya batik dan keris yang juga mendatangkan langsung pengrajinnya ke Pendapa Keraton Agung Sumenep.

 Dengan begitu, para wisman tak hanya melihat-lihat karya seni batik, tetapi juga mempelajari proses pembutannya.

“Jika ada batik dan keris yang dianggap cocok oleh pengunjung, pengunjung bisa langsung bertransaksi dengan pengrajinnya di sana,” ungkap kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto.

Sementara beberapa obyek daya tarik wisata (ODTW) di Sumenep yang sempat dikunjungi ke-130 wisman ini di antaranya Mesjid Jamik Sumenep, Pantai Sembilan di Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri terus melakukan penyempurnaan fasilitas penunjang pariwisata di Sumenep, termasuk perbaikan beberapa pelabuhan yang rencananya akan dimulai pada 2018 mendatang.

 Mulai dari Pelabuhan Gili Iyang, Pelabuhan Dungkek, Pelabuhan Kombang, Pelabuhan Tanjung Serat, dan Pelabuhan Saronggi. 

(rb/tir/yog/mus/JPR)

Source link