Para PNS itu, dari instansi sekolahan (kepsek SD dan kepala TU), staf puskesmas, staf UPT Pendidikan, pejabat eselon IV, serta staf di kecamatan. Mereka dites sejak pagi pukul 07.30 hingga siang hari. Yang ngetes urine dari BNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Jateng.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Djoko Triyono mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lajut tes urine tahun 2016 lalu. Sebab, tahun lalu belum seluruhnya PNS di Kudus dites, karena keterbatasan perlengkapan tesnya juga.

”Kali ini sebanyak 1.100 PNS yang ikut tes urine. Tujuannya, diketahui sejak dini kalau ada yang positif memakai narkoba atau tidak. Agar ke depannya produktivitas dan pelayanan masyarakat makin maksimal,” tegasnya.

Dia menambahkan, tes urine ini sifatnya dadakan. Hampir semua PNS tidak mengetahui jika ada tes urine. Sebab, undangan awal bagi PNS ke lantai IV Setda Kudus untuk pengarahan suatu program. Baru setelah mereka berkumpul di lantai IV diumumkan ada tes urine.

Sebelum tes dilakukan, bagi PNS yang minum obat seperti tekanan darah tinggi, obat batuk, dan lainnya, diminta komunikasi dengan petugas BNN. Hasil pemeriksaannya pun bisa ditindaklanjuti lebih dalam.

”Kami mendapat laporan kalau ada urine yang hasilnya positif, tapi masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kepastiannya. Apakah jenis narkoba atau hanya obat-obatan yang diminum sesuai resep dokter,” tandasnya.

Salah satu petugas BNN Andi menerangkan, ada yang positif tapi masih dikategorikan semu. Nantinya, akan dilakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan obatnya. Jadi, belum pasti apakah obat jenis narkoba atau lainnya.

”Ya, baru satu orang yang dianggap masih positif semu tapi masih ada tindak lanjut lagi. Kami tetap menunggu hasil secara keseluruhan,” terangnya.

Salah satu PNS yang ikut tes Kades Puyoh, Dawe Lisa Oktavia mengatakan, pemeriksaan ini sangat positif dan memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Hanya ada undangan pengarahan dinas dari Bupati Kudus Musthofa. ”Saya pribadi tidak takut ikut tes urine. Pemkab memang tujuannya baik, supaya PNS di Kudus bebas narkoba,” terangnya.

Selain PNS, ratusan anggota Kodim 0722 Kudus juga dilakukan tes urine. Hasilnya, negatif menggunakan narkoba.

Sekitar pukul 08.00, setelah apel pagi, ratusan prajurit mendapat sosialisasi dalam rangka kegiatan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Selain dari petugas Kodim, pemeriksaan tes urine juga dibantu dari Kasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jateng, Yustina Martin Catur Wijayanti.

Pasi Intel Kodim 0722 Kudus Kapten Inf Ibnu Latifur Rahman mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini sifatnya mendadak. ”Program P4GN ini rutin kami adakan setiap triwulan. Untuk waktunya memang kami lakukan mendadak. Kali ini diikuti 100 personel dari sekitar 260 anggota prajurit TNI maupun ASN,” ujarnya.

(ks/san/lil/top/JPR)