Pertengahan bulan lalu, pihaknya mendapat surat dari Kementrian Sosial (Kemensos) terkait penundaan hingga Mei. “Mungkin bisa mundur lagi hingga Juni kalau belum siap,” ujarnya jumat (27/4). Menurut Mugito, secara teknis Lamongan memang sudah siap. Tapi keputusan penyaluran dari Kemensos. Rencananya disalurkan seluruh Indonesia ecara serentak. Dia mengungkapkan, ada sejumlah permasalahan terkait mundurnya penyaluran BPNT tersebut.

Diantaranya, kesiapan pihak penyalur masih kurang, jaringan di wilayah kurang baik, dan ada pendataan ulang terkait penerimanya. Menurut dia, penyaluran BPNT nantinya berlanjut. Artinya bantuan pangan tunai, seperti bansos rastra, akan dihapus. Sebelum perubahan penyaluran itu direalisasikan, data harus sinkron. Namun, untuk Lamongan jumlah penerima BPNT sama dengan bansos rastra, yakni sekitar 46.000 kepala keluarga (KK).

“Kuotanya sama, tapi penerimanya bisa berubah karena kondisi ekonomi masyarakat juga mengalami peningkatan. Sebelum BPNT diberlakukan, penyaluran bansos rastra tetap jalan,’’ terangnya. Terpisah, Kasi Pengadaan Bulog Sub Drive Bojonegoro, Sri Budiono, menambahkan, Lamongan memang mengajukan surat untuk pencairan rastra. Pengajuannya lebih lambat dibandingkan kabupaten lainnya.

Sehingga distribusinya juga menyesuaikan dengan suratnya. Karena mekanismenya, daerah akan mengajukan ke bulog pusat untuk pencairan rastra. Kemudian bulog lokal mendapatkan tembusannya. “Kalau stok rastra tetap ada, karena pengadaan terus,” imbuhnya.

(bj/rka/feb/faa/JPR)

Source link