Nanis menjelaskan, Bunga ditemukan oleh tim DP5A karena informasi dari keluarganya. Orang tuanya heran dengan tingkah laku Bunga yang di luar kewajaran anak pada umumnya. Bunga sering berciuman dengan teman laki-lakinya dan mempertontonkan alat kelaminnya. “Bahkan saat melakukan hal itu dirinya menyuruh temannya untuk merekam,” ujar Nanis. 

Kondisi itulah yang membuat Nanis geleng-geleng kepala dan penasaran. Rupanya, sejak usia 2 tahun, Bunga dirawat oleh neneknya yang tinggal di kawasan Dolly. Meski keluarganya tidak ada yang menjadi PSK, namun lingkungan di sekitar Bunga yang membuat dirinya kecanduan seks. “Neneknya padahal hanya jualan di warung kawasan Dolly,” terangnya. 

Orang tua Bunga yang tinggal di Tambak Wedi langsung mengambilnya dari kawasan Dolly saat kelakuan Bunga sudah mulai menyimpang. “Terus kami pantau dan damping Bunga. Saat ini juga sudah sekolah kelas I SD,” katanya. 

Menurutnya, tindakan menyimpang terkait sex addict tersebut dikarenakan pengaruh negatif dari lokalisasi Dolly dan Jarak. Pengaruh tersebut akhirnya menimpa pada anak-anak yang tidak diawasi dengan serius. “Keputusan menutup lokalisasi Dolly sangat tepat karena dampaknya sangat negatif,” ujarnya. (vga/no)

(sb/vga/jek/JPR)