SITUBONDO – Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto berharap permasalahan yang dialami para petani tebu Asembagus tidak berkepanjangan. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu meminta kepada manajemen PG Asembagus mencarikan solusi terbaik.

Dadang menambahkan, permasalahan giling seiring dengan proses revitalisasi PG Asembagus, sebenarnya sudah diprediksinya. Karena itu, beberapa hari sebelum pelaksanaan giling, bupati mengaku sudah dua kali datang langsung ke PG Asembagus.

“Itu alasannya mengapa saya sampai datang dua kali ke PG Asembagus. Saya memprediksi, akan ada faktor kesulitan bagi petani di Asembagus ketika giling ke PG lain,” ujarnya.

Dadang mengatakan, sejak awal dirinya meminta kepada manajemen PG Asembagus untuk melibatkan petani secara intens. Petani diajak bermusyawarah langsung. “Saya minta, perencanaan tidak dilakukan di meja saja, tetapi hal-hal teknis berupa jadwal giling dibicarakan di kebun” sarannya.

Bupati dua periode itu menambahkan, semua pihak harus berbicara untuk kepentingan secara makro. Petani-petani yang lahannya hanya satu hektare atau kurang, tetap diakomodir dalam sebuah kebijakan. “Bukan hanya mengakomodir petani besar. Yang kecil inilah yang harus dilindungi,” ucapnya.

Dengan begitu, tidak akan terjadi perbedaan perlakuan. Petani-petani kecil tetap mendapatkan kemudahan giling layaknya petani yang memiliki lahan luas. “Jangan sampai karena yang kecil mengajukan tebang angkut, harus menunggu berhari-hari untuk masuk ke PG,” ujar Dadang.

Bupati menambahkan, dirinya juga sempat mendengar keluhan dari petani tebu yang ingin bercocok jenis tanaman yang lain. Terkait masalah ini, bupati menyarankan kepada petani untuk tetap semangat menanam tebu.

“Kami akan berupaya menjadi jembatan petani-petani kecil. Silahkan, yang tidak mempunya saluran berkomunikasi atau yang merasa dirugikan, datang langsung ke saya. Pemerintah siap hadir,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, di PG Asembagus saat ini tidak bisa melaksanakan giling. Itu dalam tahap revitalisasi peningkatan kapasitas giling masih dikerjakan. Akibatnya, tebu petani Asembagus dikirim ke PG lain yang ada di Situbondo untuk giling. Inilah yang memunculkan persoalan. Beberapa petani mengaku, tebang-angkut tebu tidak lancar. (bib/pri)  

(bw/bib/ics/JPR)

Source link