DIPERIKSA: Dua tersangka saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polres Probolinggo beberapa waktu lalu.
(Dok. Radar Bromo)

KRAKSAAN – Proses penyidikan kasus dugaan korupsi pemotongan dana desa (DD) di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) belum tuntas. Jaksa Kejari Kabupaten Probolinggo menilai berkasnya belum lengkap. Karenanya, berkasnya dikembalikan ke Penyidik Tipikor Reskrim Polres Probolinggo.

Kini, Penyidik Tipikor masih akan melengkapinya dengan meminta keterangan pada saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Setelah itu, penyidik akan melimpahkan kembali berkas dugaan korupsi yang menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dua ASN yang menjadi tersangka itu adalah Kepala Seksi Pembangunan (Kasi Pem) Sapari dan Staf Kecamatan Gading Zainal Abidin. Keduanya merupakan ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo. Mereka diamankan polisi sejak Kamis (5/10) lalu.

Keduanya disangka telah melanggar pasal berlapis. Yakni, pasal 12 huruf E subsider pasal 12 huruf F UU Nomor 20/2001 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis mengatakan, berkas dugaan pemotongan DD Kecamatan Gading, itu masih P-19. Pihaknya meminta penyidik polres melengkapi berkasnya. “Kami masih menunggu pelimpahan dari penyidik setelah dilengkapi sesuai petunjuk dari kami,” katanya (8/7).

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, proses penyidikan dugaan korupsi DD Kecamatan Gading, terus berjalan. Sesuai petunjuk jaksa penuntut umum (JPU), pihaknya masih akan melengkapinya. Salah satunya akan meminta keterangan pada saksi ahli dari Kemendagri RI. “Kami masih menunggu saksi ahli dari Kementerian. Karena sesuai petunjuk perlu adanya saksi ahli dari Kementerian masuk dalam berkas,” ujarnya.

Riyanto menjelaskan, sejauh ini dua alat bukti dugaan korupsi pemotongan DD dengan tersangka ini sudah dimiliki. Termasuk, sekitar 20 saksi telah tuntas dimintai keterangan. “Kerugian negara sama dengan barang bukti yang kami amankan, berkisar Rp 99 juta,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pencairan DD tahap II di Kecamatan Gading, disinyalir disalahgunakan. Itu, terungkap saat tim Tipikor Polres Probolinggo melakukan OTT dan mengamankan barang bukti uang hasil Rp 99 juta. Serta, kertas kecil catatan nama dan nilai potongan DD.

Setelah memiliki dua alat bukti, Polres Probolinggo menetapkan dua tersangka. Yakni, Kasi Pem Kecamatan Gading Sapari dan Staf Kecamatan Gading Zainal Abidin.

(br/mas/fun/fun/JPR)

Source link