Ada 1.987 peserta yang ikut pembinaan tersebut. “Jumlah tersebut terbagi menjadi tujuh kelompok terbang (kloter),” kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Jember Ahmad Tholabi. Yakni kloter 5, kloter 6, kloter 7, kloter 8, kloter 9, kloter 10, dan kloter 37. 

Dari tujuh kloter tersebut, empat kloter di antaranya berasal dari jemaah Kabupaten Jember, yakni kloter enam hingga kloter sembilan. Sedang tiga kloter lain adalah kloter gabungan. Yakni kloter lima gabungan calon jemaah haji Jember dengan Kabupaten Banyuwangi. Kloter sepuluh gabungan jemaah asal Sumenep dan Surabaya. 

Sedangkan di kloter 37, calon jemaah haji Kabupaten Jember hanya ada 16 orang digabung dengan jemaah dari Kabupaten Ponorogo dan Madiun. “Ada 19 calon jemaah yang mutasi keluar,” ujarnya. 

Menurut Tholabi, para jemaah tersebut (bila tidak ada perubahan) akan berangkat tanggal 17 atau 18 dan 19. Namun, informasi awal dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama, yakni hari Rabu 18 Juli.  

Pembinaan manasik haji itu, kata dia, langsung dilakukan oleh petugas dari Kemenag Jawa Timur. Mereka diberi pemahaman tentang kesehatan ketika berangkat hingga berada di Mekkah. Selain itu, juga tentang layanan umum dan informasi selama menjalankan ibadah haji.

Hari ini, kata Tholabi, calon jemaah haji akan menjalani praktik manasik haji di Stadion Jember Sport Garden (JSG) di Kecamatan Ajung. Mereka akan dilatih selayaknya orang sedang berhaji. 

“Di gedung serba guna terlalu sempit, sementara praktik manasik haji butuh tempat yang luas,” terangnya. Pembinaan manasik haji, lanjut dia, secara teori dan praktik. Harapannya peserta bisa menjalankan ibadah haji secara mandiri. 

(jr/gus/hdi/das/JPR)

Source link