Wakil Ketua Bidang Pusat Pengembangan Strategis dan Kebijakan Daerah DPD Demokrat Jatim, Kuswanto, saat dikonfirmasi mengaku, satu nama yang sudah mengerucut itu hasil komunikasi dengan Khofifah. Nama tersebut merupakan kepala daerah yang digadang-gadang bisa membantu Khofifah dalam meraup suara maksimal. “Kita belum bisa ungkapkan karena nantinya akan disampaikan saat deklarasi,” kata Kuswanto.

       Dia mengungkapkan, jabatan kepada daerah yang diembang oleh calon wakil gubernur tersebut diharapkan menjadi sosok pendamping yang tepat. Basis massa yang yang cukup tinggi diharapkan bisa membuat Khofifah bisa mengungguli pasangannya dalam pilgub. “Kami pilih wakil gubernur tidak main-main karena berdasarkan komunikasi yang intens,” terangnya.

       Kuswanto menambahkan, figur dari selatan Jatim sekaligus menutup kelemahan suara Khofifah di wilayah ini. Wakil dari Mataraman diharapkan bisa mengumpulkan suara di kawasan selatan Jatim. “Partai Demokrat juga sudah setuju dengan pilihan itu dan kami siap menyukseskannya,” tegasnya.

       Seperti diketahui, saat ini dua nama digadang-gadang bakal menjadi calon kuat pendamping Khofifah. Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni dianggap menjadi calon kuat sebagai calon wakil gubernur Jatim berpasangan dengan Khofifah. Keduanya dianggap memiliki basis massa kuat di kawasan selatan Jatim. “Apakah dua nama itu tunggu saja nanti kita belum mau ungkapkan,” imbuhnya.

       Kuswanto mengaku, jika nantinya pendamping Khofifah belum memiliki anggota partai Demokrat maka nantinya DPW akan mengusulkannya. Jika sudah disepakati maka terkait kepesertaan anggota akan segera dilakukan. “Paling ya butuh waktu dua sampai tiga hari untuk mengurus kartu anggota,” kata Kuswanto. (vga/hen)

(sb/vga/jek/JPR)

Source link