Belum ada hasil signifikan. Petunjuk awal, pelaku beraksi menggunakan mobil Innova berpelat P, dan satu sepeda motor Vario hitam.

Petunjuk lain, pelaku diketahui mirip warga asing. Hal itu diungkap sekuriti Surfer’s Paradise bernama I Ketut Widi Wartawan, 37, yang menjadi saksi kunci sekaligus korban.

Ketut Wartawan mengaku pelaku yang memanggilnya mirip turis. Namun dia tidak sempat melihat seksama ciri-ciri pelaku dimaksud.

Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ario Seno Wimoko mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi keterlibatan orang asing dalam kasus perampokan yang berlangsung cepat tersebut.

“Belum bisa dipastikan itu,” tegasnya. Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial (medsos) diketahui bahwa peristiwa pembobolan terjadi pukul 03.17. Pelaku dengan ciri-ciri mirip turis asing ini menenteng tas.

Sampai di dalam pelaku membuka tas dan mengeluarkan linggis kecil. Selanjutnya linggis digunakan memukul CCTV hingga tak berfungsi.

Diprediksi kerugian akibat pembobolan ATM Maybank itu sekitar Rp 500 juta. Hal ini bisa dilihat dari bantuan monitoring kantor Advantage di Denpasar dengan sisa saldo 96.2 persen.

Terakhir ATM Maybank diisi, Rabu (15/11) pukul 14.00 sebesar Rp 600 juta rupiah. Kondisi ATM Maybank setelah dibobol pintu kaca sebelah kiri pecah.

Ada pecahan kaca berserakan di depan areal parkir ATM. Mesin ATM beserta isinya (uang) hilang, dan di dalam ruang ATM tersisa kotak modem. Police line sudah dipasang petugas Polresta Denpasar.

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Polresta Denpasar sudah terjun mengumpulkan barang bukti.

(rb/dre/ken/mus/mus/JPR)

Source link