Dokter Sari Prabandari selaku narasumber mengatakan, pada wanita sebaiknya tidak perlu sering-sering menggunakan pembersih organ kewanitaan setiap hari. “Sebab, organ tersebut sebenarnya sudah bisa membersihkan secara alami. Jika terlalu sering, maka bisa menyebabkan gejala ginjal. Lebih baik melakukan pap smear, yakni deteksi kesehatan leher rahim,” katanya. 

Kepala Ruangan Hemodialisis RSI Siti Hajar Sidoarjo Mustofa mengatakan, penyuluhan ini untuk memberikan pengetahuan tentang penyakit ginjal kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa menjaga kesehatan ginjal dan mengetahui gejala-gejala dini penyakit tersebut.

“Masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan minum air putih yang cukup, menjaga tekanan darah, menjaga gula darah, rutin berolahraga, dan hindari faktor stres,” ujarnya.

Menurut dia, penyebab gangguan ginjal bervariasi. Bisa karena hipertensi atau diabetes. Kalau sudah terlalu tinggi bisa menyebabkan gagal ginjal. “Agar terhindar dari penyakit itu, seseorang harus menjaga pola makan, minum, dan kesehatannya harus stabil,” ujarnya.

Mustofa menambahkan, angka pasien cuci darah di RSI Siti Hajar setiap tahun mengalami kenaikan. “Awalnya kami memiliki empat mesin cuci darah. Rencananya, mau nambah empat mesin lagi dan pertengahan bulan ini sudah datang karena pasiennya juga meningkat,” ungkapnya. (mus/rek)

(sb/nis/rek/JPR)