Suasana guyub rukun seperti yang termaktub dalam makna Bhinneka Tunggal Ika benar-benar terasa tatkala pemuda GKJW Pepanthan Tiudan, Kecamatan Gondang, menghadiri eksebisi sepak bola api yang digagas pemuda desa setempat. Apalagi di situ juga hadir anggota GP ansor maupun banser yang sekaligus merayakan Idul Fitri 1439H.

Setelah melakukan prosesi pembukaan ala pertandingan sepak bola sungguhan, mereka pun mulai beraksi. Dengan mengenakan baju loreng hitam putih, mereka semangat bertanding dengan anggota PS pagar nusa. Tak jarang, pertandingan diselingi gelak tawa tatkala bola yang disepak justru melenceng jauh dari sasaran.

Erwin Tribudianto, anggota pemuda GKJW mengaku jika mengikuti sepak bola api merupakan hal yang kali pertama dilakukannya. Meskipun awalnya ragu-ragu, dia dan rekan-rekannya yang lain akhirnya mengiyakan undangan tersebut.

“Sempat takut juga karena bola yang digunakan adalah kelapa yang menyala. Namun akhirnya ikut juga karena mumpung ada kesempatan,” katanya sambil tersenyum.

Begitu mendapat undangan, Eeng-sapaan akrabnya-lalu menghubungi anggota lain dan akhirnya terkumpul lima anak muda, termasuk dirinya.

Semua pun turut serta karena mereka juga ingin menyambung tali silaturahmi. “Di desa ini, semangat toleransi dan solidaritas sangat tinggi. Sehingga itu harus dijaga sampai nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Tulungagung Robingan Abdul Aziz selaku penggagas mengakui, sejak awal pihaknya ingin melibatkan lintas agama untuk ikut agenda rutin ini. Karena dia ingin memberi gambaran betapa rukunnya kehidupan antarumat beragama di desa tersebut.

“Sebenarnya banyak yang mau ikut. Tetapi akhirnya kami seleksi terlebih dulu,” tuturnya.

Menurut dia, momen Idul Fitri sekaligus gelaran Piala Dunia memang cocok diisi dengan kegiatan sepak bola api. Sehingga semua lapisan masyarakat bisa ikut merasakan kehebohan dan mendapatkan makna sesungguhnya dari silaturahmi dalam kegiatan yang sederhana itu. Apalagi masyarakat juga antusias untuk melihat sepak bola api.

“Ini juga bisa untuk menyambung silaturahmi. Insyaallah nanti akan dilakukan secara rutin,” pungkasnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)