BUNGATAN – Akibat cuaca yang cukup ekstreme, beberapa hari terakhir nelayan di pesisir Kecamatan Bungatan, Situbondo enggan melaut. Sebagian besar mereka memutuskan untuk tidak melaut karena laut pasang dan ombak yang besar.

Rahman, salah seorang nelayan mengatakan, sudah hampir lima hari dirinya tidak melaut. ”Terpaksa tidak berangkat melaut, kami juga menyandarkan perahu karena cuaca buruk. Ini demi keselamatan dan khawatir perahu kami rusak diterjang ombak dan angin kencang,” ujarnya, Jumat (02/01).

Rahman melanjutkan, tidak hanya dirinya saja yang enggan melaut. Hampir sebagian besar nelayan di tempatnya cukup lama tidak melaut. “Para nelayan banyak yang tidak berani untuk melaut. Akibatnya tidak ada penghasilan untuk keluarga. Bahkan ada beberapa nelayan yang berhutang, menjual sejumlah barang berharga. Ada pula yang cukup memanfaatkan sisa tabungan,” terangnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo telah menetapkan masa siaga darurat bencana banjir, longsor, rob dan angin puting beliung. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga saat ini, sebab ancaman cuaca terjadi secara merata di seluruh wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Taufik Hidayat mengatakan, di sejumlah daerah telah terjadi musibah bencana banjir, longsor, rob dan angin puting beliung sejak beberapa waktu ke belakang. Pihaknya lantas menetapkan status siaga darurat bencana untuk Kabupaten Situbondo.

 “Kami menetapkan status darurat untuk mengantisipasi bencana-bencan yang mungkin terjadi. Kepada masyarakat setempat, kami menghimbau untuk berhati-hati. Terutama beberapa hari ke depan ini,” terangnya. (cw1/pri)

(bw/mls/ics/JPR)

Source link